Ilustrasi produk BUMNIS [kostrad] ●
Sebanyak 6 BUMN Industri Strategis (BUMNIS) yang tergabung dalam "cluster" "National Defence and Hightech Industry" (NDHI) sepakat melakukan penjualan bersama produk melalui pameran yang digelar di Indonesia maupun di luar negeri.
Siaran pers BUMNIS yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu menyebutkan keenam BUMN tersebut adalah PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), serta PT Pindad (Persero).
Ketua Konsolidasi BUMNIS yang juga Sekretaris Perusahaan PT Dahana (Persero) Mamat Ruhimat mengatakan sinergi BUMNIS itu bagian dari peta jalan (roadmap) BUMN 2015-2019.
Dijadwalkan, cluster NDHI yang dibentuk pada 22 November 2015 ini akan berpartisipasi pada ajang "Indonesia and Business Development Expo" (IBD) dan "RiTech Expo 2017" pada Agustus dan September 2017.
Sebelumnya pada Juni 2017 di Tokyo, tiga BUMN NDHI, yaitu PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Pindad (Persero) serta PT PAL Indonesia dari cluster "National Shipbuilding and Heavy Industry" (NSHI) juga mengikuti pameran pada MAST Asia 2017.
"Konsolidasi ini tidak hanya menjadi ajang mengejar target penjualan, tapi juga untuk menggodok sejumlah kesepakatan untuk bersinergi dalam melakukan publikasi bersama," ujarnya.
Publikasi bersama juga telah dilakukan antara lain di media sosial Twitter, Facebook, Youtube, dan Instagram yang membawa bendera NDHI BUMN, dilanjutkan dengan launching website dan E-Bulletin NDHI pada IBD Expo.
Menurut Mamat, konsep publikasi ini sebagai jalan memperkokoh agenda sinergi BUMN, sekaligus menggali kompetensi masing-masing perusahaan.
"Target publikasi bersama ini memberikan peluang kolaborasi antar-BUMNIS atau partner BUMNIS lainnya. Apabila masyarakat ingin lebih tahu tentang NDHI kami persilahkan untuk dapat mengikuti atau follow media sosial NDHI," ujarnya.
Ilustrasi terbaru penampakan medium tank FNSS ☆
Industri pertahanan PT Pindad (persero) sedang mengembangkan produksi medium tank, bekerjasama dengan perusahaan asal Turki, FNSS. Kendaraan ini diproyeksikan memiliki daya gempur yang luas, tahan terhadap senjata balistik, dan anti ancaman ranjau. Tank ini diharapkan bisa mengejar persaingan produk militer dunia.
Gambaran tersebut dilontarkan Direktur Utama PT Pindad, Abraham Morse, saat HUT PT Pindad di Jalan Kuaracondong, Bandung, Sabtu, 29 April 2017.
Disebutkan, pengembangan produksi tank kelas medium tersebut, merupalan salah satu peningkatan kemampuan produksi kendaraan lapis baja. Apalagi, PT Pindad selalu mengikuti dan menyesuaikan perkembangan kebutuhan zaman, termasuk produksi kendaraan lapis baja, yang kini dikembangkan pada produk tank kelas medium.
Soal produksi tank kelas medium tersebut, katanya, PT Pindad juga turut serta dalam tujuh program prioritas kementerian pemerintah.
Inovasi produk terus dikembangkan, di mana sejumlah produk kendaraan lapis baja produksi PT Pindad sudah mendapat kepercayaan dari organisasi dan ajang internasional, seperti Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mendukung misi perdamaian di Afrika, di Libanon, UNAMID di Sudan, dan MINUSCA.
Gambaran itu, katanya, menjadi prestasi khusus bagi PT Pindad karena kualitas produk-produknya sudah dapat disejajarkan dengan kelas dunia lainnya.
Sudah lebih dari 40 unit kendaraan tempur buatan PT Pindad yang mendukung pasukan Garuda Indonesia dalam mempertahankan perdamaian dunia.
N245 Diusulkan Masuk Proyek Strategis Baru
N245 [indonesian-aerospace] ☆
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku telah mengusulkan sebanyak 55 proyek dan satu program baru untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nilai totalnya mencapai Rp 1.198 triliun.
Usulan tersebut artinya menambah daftar PSN yang sebelumnya telah masuk rancangan, yakni 190 proyek existing dan satu program pembangunan infrastruktur listrik 35 ribu Megawatt.
Dengan demikian kini terdapat sebanyak 245 PSN yang nilainya mencapai Rp 4.059 triliun.
Dari total proyek existing, sebanyak 20 proyek senilai Rp 33,5 triliun sudah rampung. Sedangkan 15 proyek senilai Rp 40,5 triliun dikeluarkan dari daftar PSN.
“Nah PSN yang lama itu satu program listrik swasta. Kalau yang program baru ada satu ini pesawat terbang N245, dari PT DI (Dirgantara Indonesia). Ini usulan baru yang kami ajukan,” kata Darmin di kantornya, kemarin.
Dalam daftar usulan proyek baru, terdapat 45 proyek lintas sektor yang nilainya mencapai Rp 942 triliun, mencakup proyek dari berbagai sektor yang memenuhi kelengkapan dokumen dan kriteria PSN.
Selanjutnya, 7 proyek jalan tol dengan nilai Rp 129 triliun. Tujuh proyek jalan tol Trans Sumatera dengan target pengadaan tanah tahun 2018 dan konstruksi 2019. Proyek ini diusulkan untuk memperoleh dukungan LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).
Terakhir, 3 proyek perkeretaapian dengan nilai Rp 104 triliun. Terdapat proyek kereta api usulan baru yang diajukan Kementerian Perhubungan pada 10 Februari 2017.
Selanjutnya, satu program usulan baru yakni program pembuatan pesawat jarak menengah R80 senilai Rp 19,5 triliun, dan pesawat N245 senilai Rp 2,5 triliun.
“Sebagian besar kerja sama, ada juga BUMN. Tapi yang kerja sama swasta paling banyak,” pungkas Darmin.
Dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya
Teknisi memotong plat baja untuk pembuatan Kapal Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/4/2017). Pesanan kapal dengan panjang sekitar 124 Meter dan lebar 21 Meter tersebut untuk memperkuat dan mendukung armada Republik Indonesia. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono) ☆
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memesan kapal perang ke PT PAL Indonesia. Kapal yang dipesan jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.
Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh mengatakan pesanan TNI AL itu merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017. Kontrak itu dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pelat pertama kapal atau first steel cutting di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga oleh Laksamana Muda TNI Mulyadi.
"Pasar dalam negeri merupakan salah satu potensi besar dan panjang untuk terus digali, ditambah pasar baru luar negeri," ucapnya.
Oleh karena itu, kata dia, dengan pengembangan teknologi kapal terbaik untuk dalam negeri, diharapkan berkembang secara berkelanjutan ke luar negeri. Budiman mengaku, dengan pemenuhan pasar dalam negeri khususnya TNI AL bisa menjadi salah satu alat promosi sekaligus meyakinkan pasar luar negeri.
BRP 601 Tarlac pesanan Filipina [Pasific Sentinel]
"Sehingga kami bersama-sama dengan TNI AL bisa meyakinkan pasar luar negeri, salah satunya yang potensi adalah Malaysia dan negara-negara di Afrika," tuturnya.
Sementara untuk kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar. Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta crew sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot.
Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut. Selain itu, juga mampu menampung tiga Helikopter standby, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer).
Kapal juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer. Pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal juga mampu menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan fungsi administrasi pemerintahan yang bergerak.
Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.
Ilustrasi CN 235 ★
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dakar mempromosikan produk-produk Indonesia dalam pameran dagang Gambia, Trade Fair Gambia International (TFGI), ke-11 yang berlangsung 15-30 April 2017.
Pameran dagang internasional itu diselenggarakan oleh kamar dagang dan industri (KADIN) Gambia di Independence Stadium, Banjul, Gambia, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Dakar yang diterima di Jakarta, Senin.
Berbagai sampel produk nasional Indonesia yang dipromosikan pada pameran itu, antara lain produk hasil hutan, kayu, perabotan, rotan, kayu lapis, produk makanan, hasil tambang dan pertanian, sawit dan produk turunannya, produk hasil laut, tekstil, pakaian jadi, peralatan rumah tangga, elektronik, alat-alat listrik, dan produk plastik.
Selain itu, KBRI juga mempromosikan berbagai produk industri strategis dan unggulan Indonesia, antara lain produk PT. Dirgantara Indonesia, PT. INKA, PT. Pindad, PT. PAL, PT. Sritex.
Adapun barang-barang konsumsi sehari-hari asal Indonesia yang dipamerkan, antara lain sabun, minyak goreng, saos sambal dan tomat, biskuit, teh, kopi, permen, lotion anti nyamuk, balsam gosok.
Pameran TFGI ke-11 itu secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Gambia, Fataoumata Tambajang, yang dalam pidatonya menyampaikan pesan Presiden Gambia, Adama Barrow.
Pemerintah Gambia sedang fokus membangun sektor pertanian, perikanan, energi dan infrastruktur. Dalam bidang perdagangan, Pemerintah Gambia akan mengurangi berbagai hambatan dan mempermudah dalam melakukan bisnis di Gambia serta menciptakan lingkungan bisnis yang bersahabat.
Duta Besar RI Dakar yang juga merangkap Gambia Mansyur Pangeran dan Ketua KADIN Senegal Serigne Mboup menjadi tamu kehormatan pada pameran dagang terbesar di Gambia tersebut.
Ketika berkunjung ke stand Indonesia, Wakil Presiden Fataoumata Tambajang disambut Dubes Mansyur Pangeran, yang kemudian memberikan penjelasan mengenai produk-produk industri strategis dan unggulan Indonesia.
Dubes RI juga mempromosikan pesawat CN-235 yang pernah membawa Presiden Gambia yang baru terpilih, Adama Barrow, dari Dakar ke Banjul pada Januari 2017 tidak lama setelah pesawat CN-235 tiba di Dakar.
Selain itu, dia menyampaikan tentang kerja sama pertanian RI-Gambia yang telah terjalin lama dengan berdirinya "Agricultural Rural Farmer Training Center" (ARFTC) di Jenoi untuk meningkatkan kapasitas petani Gambia.
"Saya sampaikan kepada Wapres Gambia mengenai kerja sama antara KADIN Indonesia-Gambia dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani di Jakarta tanggal 7 November 2016," ujar Dubes Mansyur. (*)
BRP 602 Davao Del Sur [detik] ★
PT PAL Indonesia fokus menggarap pasar kapal kombatan (combatant ship) atau kapal perang bersenjata.
Bukan hanya di dalam negeri, potensi pasar kapal tersebut juga besar di luar negeri. Misalnya, di Asia Tenggara dan negara-negara di Afrika.
Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh menyatakan, pihaknya pada dasarnya masih memiliki potensi pasar yang besar di dalam negeri dan luar negeri.
Di dalam negeri, potensi itu didukung adanya UU 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan dan keamanan, terutama kapal perang.
Kementerian Pertahanan pun bertugas mempromosikan produk domestik untuk pasar luar negeri.
’’Juga, bersama TNI-AL meyakinkan customer dalam dan luar negeri. Komunitas angkatan laut punya counterpart di luar negeri. Itu bisa mempromosikan PT PAL,’’ katanya beberapa waktu lalu.
PT PAL telah memproduksi kapal LPD 125 meter pada 2011.
Terbaru, mereka telah mengembangkannya menjadi Strategic Sealift Vessel (SSV) 123 meter dan LPD 124 meter.
Kontrak pembangunan LPD 124 meter dengan TNI-AL dilakukan pada Januari 2017.
Sebelumnya, PT PAL mengembangkan produk kapal niaga di pasar internasional.
Adapun pengembangan pasar kapal perang dimulai lewat pengadaan kapal SSV untuk pemerintah Filipina.
’’Ini bisa jadi tonggak untuk pijakan ke depan. PT PAL fokus di lini production sesuai hakikat perusahaan,’’ papar Budiman.
Tahun ini, pihaknya tetap fokus menggarap pasar kapal kombatan.
Komposisi kapal perang diproyeksikan berkontribusi 80 persen.
Sisanya, sebanyak 20 persen difokuskan untuk pemeliharaan, perbaikan, dan general engineering.
Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan TNI-AL, pihaknya membidik potensi dari negara tetangga.
’’Seperti Malaysia, tertarik dengan jenis LPD. Mereka menyebutnya dengan kapal multi-role support vessel,’’ tambah Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Turitan Indaryo.
Namun, untuk memproduksi kapal perang, sebagian besar komponen didatangkan dari luar negeri seperti mesin dan radar.
Sementara itu, platform kapal sudah bisa diproduksi di dalam negeri. (res/c15/sof)
[Imam Wahyudinata]☆
TNI AL kembali memesan kapal Landing Platform Deck (LPD) ke PT PAL. Kapal LPD ke-3 yang dipesan TNI AL ini direncanakan akan digarap dan selesai dalam waktu 23 bulan. "Terima kasih kepada TNI AL yang telah mempercayakan pembuatan kapalnya ke kami," ujar Dirut PT PAL Budiman Saleh dalam sambutannya pada acara Ceremony of First Steel Cutting Kapal Landing Platform Dock (W000298) di bengkel fabrikasi divisi kapal niaga PT PAL Surabaya, Jumat (28/4/2017).
Untuk pembuatan kapal LPD, kata Budiman, PT PAL memang telah mempunyai pengalaman. Sebelumnya PT PAL telah menerima dan menyelesaikan pesanan kapal LPD juga dari TNI AL yakni KRI Banjarmasin 592 dan KRI Banda Aceh 593.
Kapal LPD ketiga pesanan TNI AL ini dipesan TNI AL melalui kontrak dengan nomor TR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017. First Steel Cutting atau pemotongan plat pertama ini, kata Budiman, maju dua bulan lebih awal. Kapal ini direncanakan selesai dalam waktu 23 bulan.
"Ini adalah penyemangat bagi kami untuk menyelesaikan lebih cepat. Dan kami menyambut untuk pesanan selanjutnya," tandas Budiman.
Asisten Logistik KASAL Laksamana Muda TNI Mulyadi yang melakukan first steel cutting mengatakan bahwa pemilihan PT PAL untuk menggarap kapal LPD berkaca pada kebehasilan PT PAL dalam melakukan penggarapan kapal sejenis sebelumnya. Selain itu, TNI AL juga mendorong kebijakan pemerintah dalam hal peningkatan industri nasional.
"Kemampuan PT PAL harus kita pelihara. Agar tak tergantung negara lain, (pesanan) harus kita beri terus. Kalau tak ada order, maka kemampuan akan menurun," ujar Mulyadi.
Pembangunan kapal LPD menurut Mulyadi juga masuk dalam rencana strategis jangka panjang dalam rangka pemenuhan kekuatan persenjataan. Selain untuk kepentingan militer, LPD juga bisa digunakan untuk membantu masyarakat seperti menyalurkan bantuan dan misi kemanusiaan.
Mengenai first steel cutting yang maju dua bulan lebih awal, Mulyadi mengapresiasinya. Yang penting kapal juga harus selesai dua bulan lebih awal dari target 23 bulan yang ditentukan.
"Start-nya maju dua bulan, mudah-mudahan finish-nya dua bulan juga sebelum delivery. Saya guyoni, kalau terlambat saya denda, tapi kalau nggak ya Alhamdulillah, tapi nggak ada pertambahan nilai," gurau Mulyadi.
Mengenai kasus KPK yang menjerat dirut PT PAL sebelumnya, Mulyadi mengatakan bahwa itu tidak ada hubungannya dengan TNI AL. Itu hanyalah sedikit ujian untuk PT PAL agar terus berbenah.
"Itu nggak ada hubungannya dengan AL. Itu sedikit tersandung. Organisasi harus tetap jalan. Dirutnya juga sudah ada yang baru," tandas Mulyadi.
Spesifikasi kapal LPD yang dipesan TNI AL adalah sebagai berikut, panjang 124 meter, lebar 21 meter, kecepatan maksimal 16 knot, bobot penuh 7.200 ton, digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 HP, mampu mengangkut pasukan beserta crew sebanyak 771 personel, mampu menampung 3 helikopter, mampu membawa 4 kapal yakni 2 jenis kapal pengangkut Pasukan dan batalyon dan 2 kapal pengangkut pasukan patroli militer.
Ilustrasi senjata Pindad ✬
PT Pindad (Persero) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) andalan untuk menciptakan alat-alat dan sistem pertahanan Indonesia. Terbaru, Pindad tengah menjajaki pengembangan teleskop khusus untuk Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senjata penembak jarak jauh.
Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengaku, rencana pengembangan ini dilakukan karena dirinya kagum dengan percepatan perkembangan teknologi pertahanan di dunia, khususnya di Israel. Saat ini, Israel tengah mengembangkan teknologi teleskop yang mampu meningkatkan akurasi para penembak jitu.
"Jadi jarak 1-2 kilometer (km) secara kasat mata kita sudah pas, tapi kalau teleskop itu belum pas, senjata itu tidak bisa menembak. Jadi kalau sudah benar-benar pas, baru kena. Ini meningkatkan akurasi," kata Abraham saat berbincang dengan Liputan6.com seperti ditulis, Kamis (29/6/2017).
Melihat hal itu, Abraham bertekat untuk tidak mau kalah dengan apa yang dibuat oleh Israel. "Itu pengembangan teknologi baru yang tengah dilakukan di Israel. Kia lagi coba," tegasnya.
Tak hanya itu, teknologi canggih yang direncanakan Abraham untuk bisa dikembangkan Pindad adalah teknologi kamera tembus pandang.
Dijelaskan Abraham, teknologi ini terpasang di gawai sejenis i-Pad. Dalam penggunaannya, i-Pad ini hanya ditempelkan di sebuah dinding ruangan sisi luar. Hanya saja, di layar i-Pad tersebut terpampang gambar situasi yang ada di dalam ruangan di balik dinding tersebut.
"Saya melihat sendiri demonya waktu itu. Ini akan mendukung menangkap teroris, bagaimana menyelamatkan sandera oleh teroris," tegas dia.
✈ Bertambah 55 Proyek dan 1 Program Industri Pesawat Terbang
✈ NC-212i di Hanggar PT DI [uranus398]
Tanggal 15 Juni 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang merupakan proyek infrastruktur sebagai upaya mewujudkan Nawacita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sebelumnya, pada tanggal 31 Mei 2017, Presiden Jokowi telah pula menetapkan Perpres Nomor 56 Tahun 2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional, dalam upaya percepatan pengadaan tanah yang dikuasai masyarakat dan meminimalisasi dampak sosial yang timbul terhadap masyarakat sebagai akibat dibebaskannya lahan masyarakat dimaksud untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional.
Hal utama dalam perubahan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tersebut adalah bahwa pembiayaan dalam pembangunan PSN dapat pula dilakukan melalui non anggaran pemerintah. “Proyek Stategis Nasional yang bersumber dari non anggaran Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” bunyi Pasal 2 ayat (4) Perpres Nomor 58 Tahun 2017.
Terkait dengan Rencana Tata Ruang Wilayah, terhadap lokasi Proyek Strategis Nasional yang tidak berkesesuaian dengan rencana tata ruang kabupaten/kota atau rencana tata ruang kawasan strategis nasional, sesuai Pasal 19 ayat (3), Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat memberikan rekomendasi kesesuaian tata ruang atas lokasi PSN.
Sedangkan untuk penetapan tanah lokasi PSN, sesuai Pasal 21 Ayat (4), dilakukan oleh Gubernur. “Tanah yang telah ditetapkan lokasinya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak dapat dilakukan pemindahan hak atas tanahnya oleh pemilik hak kepada pihak lain selain kepada Badan Pertanahan Nasional,” bunyi Pasal 21 ayat (5).
Dalam hal jangka waktu penetapan lokasi dimaksud, sesuai Pasal 21 Ayat (6), telah berakhir dan penyediaan tanah untuk pelaksanaan Proyek Strategis Nasional belum selesai, gubernur memperbaharui penetapan lokasi Proyek Strategis Nasional untuk jangka waktu 2 (dua) tahun.
“Seluruh dokumen yang telah ada sebelum pembaharuan penetapan lokasi Proyek Strategis Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (6), menjadi dokumen penyediaan tanah untuk Proyek Strategis Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” bunyi Pasal 21 ayat (7).
Adapun dalam rangka penggunaan barang dan/atau jasa dalam negeri, sesuai Pasal 24 ayat (2), Penanggung Jawab PSN dapat bekerja sama dengan badan usaha nasional dalam negeri dan/atau badan usaha asing yang memiliki komitmen dalam pengembangan peralatan dan komponen, sumber daya manusia, dan transfer teknologi yang diperlukan dalam pelaksanaan PSN.
Sebagai informasi, dalam Lampiran Perpres Nomor 58 Tahun 2017 berdasarkan hasil evaluasi atas kelayakan dan perkembangan Proyek Strategis Nasional, perhitungan proyek sudah selesai sebanyak 20 Proyek, proyek dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional sebanyak 15 proyek, serta 55 proyek baru dan 1 program industri pesawat terbang masuk menjadi Proyek Strategis Nasional, sehingga total daftar Proyek Strategis Nasional menjadi 245 Proyek, 1 program kelistrikan, dan 1 program industri pesawat terbang.
✈ MAST 2017
✈ N219 [PTDI]
Lima BUMN Industri Strategis asal Indonesia hadir di ajang Conference, Exhibition and Community Network Enabler, MAST ASIA for Defence, Security and Safety, yang digelar di di Makuhari Messe Chiba, Tokyo Jepang, pada 12 – 14 Juni 2017.
MAST (Maritime/Air Systems & Technologies) ASIA 2017 adalah pameran pertahanan terbesar di Jepang dengan format pameran dan konferensi internasional yang membahas pertahanan laut, pertahanan udara, operasi keamanan dan teknologi dari berbagi perspektif.
Di bawah koordinasi Kementerian BUMN RI dan kerjasama kedutaan besar Indonesia di Jepang, lima BUMN Industri Strategis yang hadir dalam ajang MAST ASIA 2017 tersebut yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT DAHANA, PT Len Industri dan PT Pal Indonesia.
"Dengan pameran ini, kita perlu menunjukan kepada dunia kemampuan anak bangsa dalam memproduksi paralatan Alutsista, baik dalam hal kapasitas desain, pengembangan dan produksinya," ujar Dubes RI untuk Jepang, Ir. Arifin Tasrif, saat mengunjungi Paviliun Indonesia.
Wakil Menteri Pertahanan Filipina, Mr Elefante, turut hadir mengunjungi Paviliun Indonesia. Elefante dalam kesempatan itu mengemukakan selama ini Indonesia telah turut andil dalam membantu negaranya dalam melengkapi persenjataan militer di Filipina.
Selain mengucapkan terimakasih, Elefante pun mengungkapkan bahwa Pemerintah Filipina telah membeli beberapa pesawat terbang dan beberapa unit kapal SSV (Strategic Sealift Vessel) untuk melengkapi peralatan persenjataannya.
Dan ia merasa merasa puas atas teknologi dan mutu pesawat atau kapal yang dibuat oleh Indonesia.
Selain pejabat militer Philipina, beberapa pejabat militer dari Negara lainpun turut menyempatkan hadir ke Paviliun Indonesia.
Para tamu penting negara lain pun kagum terhadap industri pertahanan Indonesia. "Banyak yang langsung mengatakan kagum terhadap industri pertahanan Indonesia yang telah berkembang dan maju dalam menghasilkan peralatan Alutsista," kata Mamat Ruhimat Sekretaris Perusahaan PT DAHANA (Persero) dalam siaran pers.
Paviliun Indonesia, menghadirkan produk-produk unggulan dari industri strategis, seperti PT Pindad yang menampilkan produk-produk senjata, munisi dan kendaraan tempur, seperti tank boat, Taktis Sanca, Komodo 4 x 4, Panser Badak, Panser Anoa Amphibi, Senapan SS2 V7, SS2 V4, SM2, Pistol G2 Premium, P3 serta munisi.
PT Dirgantara Indonesia menampilkan produk andalannya, seperti CN235-220, NC212i, dan juga produk terbaru karya anak bangsa N219 dan N245.
Kemudian, PT DAHANA (Persero) pun menampilkan Bomb P 100 Live untuk pesawat Sukhoi serta Roket RHan 122 dan 450 yang merupakan hasil kerja sama dalam konsorsium roket nasional.
Selain itu, perusahaan inipun juga menghadirkan beragam produk bahan peledak, seperti bahan peledak Dayagel Sivor yang telah diekspor.
PT Len Industri (Persero) pun ikut ambil bagian dengan menampilkan Communication System, Command & Control System, Sensor System, Integration System and Learning Management System.
PT PAL Indonesia (Persero) diantaranya KCR 60 atau yang lebih di kenal Kapal Cepat Rudal 60 meter. PKR 105 (Perusak Kawal Rudal 105 meter frigate), produk pengembangan dari KCR 60 dan SSV 123 yang merupakan alutsista matra laut perdana yang telah diekspor ke Philipina.
Penanda-tanganan kontrak dengan Angkatan Darat Nepal [PTDI] ☆
Kabar menggembirakan datang dari Republik Federal Demokratik Nepal.
Direktur Utama PTDI, Budi Santoso dan Pejabat Angkatan Darat Nepal, Mayor Jenderal Purna B. Silawal menandatangani Kontrak Penjualan Pesawat CN235-220M Multi Purpose Aircraft (16/6) di Kantor Pusat Angkatan Darat Nepal, Bhadkali, Khatmandu, Nepal.
Pilot Angkatan Darat Nepal, Mayor Jenderal Sudhir Shrestha dan Komisaris PTDI, Isfan Fajar Satriyo turut menyaksikan proses penandatanganan tersebut.
Pesawat CN235-220 Military Transport yang dibeli Angkatan Darat Nepal memiliki 5 konfigurasi yaitu untuk VIP, Troop/Paratroop, Medical Evacuation, Passanger Transport dan Cargo.
Gandeng Investor Eropa Timur
Amunisi PT Pindad ☆
PT Pindad (Persero) akan meningkatkan kapasitas pabrik amunisinya yang ada di Turen, Malang. Peningkatan kapasitas ini dalam rangka meningkatkan peran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan amunisi dalam negeri dan memperluas pasar ke dunia.
Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan peningkatan kapasitas ini juga sudah menjadi bagian dari rencana perusahaan dalam jangka menengah.
“Ini kita akan mulai pada 2018 dan untuk melaksanakan itu kita datangkan investor dari luar negeri, tepatnya dari negara di Eropa Timur,” kata Abraham, Jumat (16/6/2017).
Dia mengaku dengan menggandeng investor luar negeri ini merupakan bentuk loncatan bagi perusahaan dalam mewujudkan cita-cita menjadi perusahaan terkemuka di Asia pada 2023.
Dipilihnya peningkatan kapasitas produksi amunisi lantaran saat ini Pindad belum mampu memenuhi semua kebutuhan amunisi TNI yang notabene menjadi pelanggan tetapnya.
Abraham menjelaskan, kebutuhan amunisi TNI sendiri setiap tahun mencapai 600 juta butir peluru. Namun kapasitas Pindad sendiri setiap tahunnya hanya mampu memproduksi 160 juta butir peluru.
“Makanya kita akan tingkatkan produksinya. Nanti akan menjadi 290 juta butir peluru per tahunnya. Itu pun masih defisit,” kata dia.
Untuk investasinya sendiri, Abraham mengungkapkan akan memakan biaya mencapai Rp 400 miliar. Pindad tetap menjadi yang dominan, yaitu tetap di atas 50 persen.
✈ Di Tokyo
PT Pindad (Persero) yang tergabung dalam klaster National Defence and High-Tech Industry (NDHI) Kementerian BUMN dalam paviliun Indonesia mengikuti pameran Maritime/Air Systems & Technologies for Defence, Security and Safety (MAST Asia) yang diselenggarakan pada 12-14 Juni 2017 di Tokyo, Jepang.
Kementerian BUMN hadir di MAST Asia diwakili oleh klaster NDHI & NSHI yang menampilkan berbagai mock up beserta poster produk. 5 BUMN yang hadir langsung yaitu PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Pal Indonesia, PT Len Industri dan PT Dahana. Adapun BUMN yang tidak hadir langsung diwakili oleh poster produk.
Partisipasi Indonesia dalam pameran teknologi sistem maritim dan udara ini untuk menunjukkan berbagai kemajuan teknologi, khususnya di bidang industri pertahanan yang tidak kalah dengan negara lain. Indonesia Bersama Jepang dan India merupakan wakil dari Asia yang mengikuti event ini.
Pindad menampilkan mock up dan poster produk maritim serta produk unggulannya seperti Anoa Amphibious yang dapat beroperasi di perairan dan darat, Anoa yang turut beroperasi dalam misi perdamaian internasional serta tank boat Antasena yang dilengkapi canon 105 mm dan memiliki daya hancur besar.
Produk lainnya yang ditampilkan antara lain, kendaraan lapis baja Badak yang dilengkapi canon 90 mm, prototype medium tank pengembangan Bersama dengan FNSS, senjata dan munisi yang telah memenangkan berbagai lomba tembak internasional, serta produk industrial seperti peralatan kapal laut, ekskavator, komponen transportasi dan alat mesin pertanian.
MAST Asia adalah event trade-show, konferensi pertahanan dan community enabler internasional terbesar di Jepang yang diikuti oleh industri pertahanan dari berbagai negara di dunia. Tahun depan akan diselenggarakan MAST Indo-Asia di India.