Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Indonesia Mitra Strategis Dengan Kolombia

PT DI Tawarkan Produk ke Kolombia CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal [BUMN]

Indonesia merupakan mitra penting di kawasan Asia bagi Kolombia, bahkan dalam hal perdagangan pihaknya akan terus meningkatkan hubungan perdagangan dengan Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Kolombia Patti Londono Jaramillo pada saat menerima salinan surat-surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Kolombia Priyo Iswanto, di Istana San Carlos, Bogota, Jumat.

Londono menekankan agar kedua negara saling membuka diri sehingga volume ekspor dan impornya dapat meningkat, kata Priyo Iswanto mengutip Londono, melalui saluran telpon dari Bogota, Sabtu.

Priyo mengatakan, volume perdagangan kedua negara di tahun 2016 baru mencapai USD 133,19 juta, didominasi oleh ekspor RI ke Kolombia dengan jumlah mencapai USD 124,97 juta atau sekitar 93 persen dari total perdagangan bilateral dua negara.

Produk ekspor Indonesia ke Kolombia masih didominasi oleh tekstil, suku cadang kendaraan bermotor, sepatu/alas kaki, dan produk karet. Sementara itu, impor Indonesia dari Kolombia terdiri dari permesinan, produk plastik, produk kimia dan batu mulia.

Guna meningkatan volume perdagangan itu, kata Priyo Iswanto, pihaknya akan terus memberikan kemudahan dan jika perlu membantu menghilangkan hambatan soal “double tax”.

Di luar itu, ia juga terus mendorong pertemuan antara sektor swasta Indonesia dengan mitra dagang Kolombia sebagai upaya penetrasi pasar di dua negara.

PT Dirgantara Indonesia North America (PTDI) telah menawarkan kepada mitra di Kolombia antara lain penyediaan suku cadang, pelatihan, penjualan pesawat baru produk PTDI dengan skema buy back”.

Selain itu penetrasi ekspor kertas pengaman (security paper) ke Kolombia oleh PT Pura Barutama sebagai produsen “security paper” di Indonesia telah didorong untuk meningkatkan volumenya, karena kebutuhan akan hal itu di Kolombia masih terbuka.

Bahkan, ia juga melihat peluang kerja sama bidang perkebunan sawit. Para pengusaha Kolombia banyak yang bertanya soal sawit di Indonesia, mereka akan membeli dan untuk selanjutnya diolah di Kolombia.

Priyo menambahkan meskipun kedua negara terletak jauh secara geografis, tetapi intensitas kunjungan antarpejabat serta wisatawan menunjukkan kedekatan cukup erat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik RI jumlah wisatawan Kolombia meningkat dari tahun 2015 sebanyak 2.932 wisatawan menjadi 3.285 orang pada 2016.

  ♔ antara  

KBRI Promosikan Produk Indonesia di Pameran Gambia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcHZT_kjUEVfiTCxeQrCgdiUHkiHplkPbLXORLqrZjKSnRqr2gua9FMO1MlhOQLAxdGXGQRXkCdvwDz8F28z8BWCigcKgpQpQ7ky0W-KUKRz_XubDT05qiGmfmWwN8hyphenhyphenPUyZwJSP29c_M/s1600/2013+nov+aerotech+2.jpgIlustrasi CN 235 ★
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dakar mempromosikan produk-produk Indonesia dalam pameran dagang Gambia, Trade Fair Gambia International (TFGI), ke-11 yang berlangsung 15-30 April 2017.

Pameran dagang internasional itu diselenggarakan oleh kamar dagang dan industri (KADIN) Gambia di Independence Stadium, Banjul, Gambia, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Dakar yang diterima di Jakarta, Senin.

Berbagai sampel produk nasional Indonesia yang dipromosikan pada pameran itu, antara lain produk hasil hutan, kayu, perabotan, rotan, kayu lapis, produk makanan, hasil tambang dan pertanian, sawit dan produk turunannya, produk hasil laut, tekstil, pakaian jadi, peralatan rumah tangga, elektronik, alat-alat listrik, dan produk plastik.

Selain itu, KBRI juga mempromosikan berbagai produk industri strategis dan unggulan Indonesia, antara lain produk PT. Dirgantara Indonesia, PT. INKA, PT. Pindad, PT. PAL, PT. Sritex.

Adapun barang-barang konsumsi sehari-hari asal Indonesia yang dipamerkan, antara lain sabun, minyak goreng, saos sambal dan tomat, biskuit, teh, kopi, permen, lotion anti nyamuk, balsam gosok.

Pameran TFGI ke-11 itu secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Gambia, Fataoumata Tambajang, yang dalam pidatonya menyampaikan pesan Presiden Gambia, Adama Barrow.

Pemerintah Gambia sedang fokus membangun sektor pertanian, perikanan, energi dan infrastruktur. Dalam bidang perdagangan, Pemerintah Gambia akan mengurangi berbagai hambatan dan mempermudah dalam melakukan bisnis di Gambia serta menciptakan lingkungan bisnis yang bersahabat.

Duta Besar RI Dakar yang juga merangkap Gambia Mansyur Pangeran dan Ketua KADIN Senegal Serigne Mboup menjadi tamu kehormatan pada pameran dagang terbesar di Gambia tersebut.

Ketika berkunjung ke stand Indonesia, Wakil Presiden Fataoumata Tambajang disambut Dubes Mansyur Pangeran, yang kemudian memberikan penjelasan mengenai produk-produk industri strategis dan unggulan Indonesia.

Dubes RI juga mempromosikan pesawat CN-235 yang pernah membawa Presiden Gambia yang baru terpilih, Adama Barrow, dari Dakar ke Banjul pada Januari 2017 tidak lama setelah pesawat CN-235 tiba di Dakar.

Selain itu, dia menyampaikan tentang kerja sama pertanian RI-Gambia yang telah terjalin lama dengan berdirinya "Agricultural Rural Farmer Training Center" (ARFTC) di Jenoi untuk meningkatkan kapasitas petani Gambia.

"Saya sampaikan kepada Wapres Gambia mengenai kerja sama antara KADIN Indonesia-Gambia dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani di Jakarta tanggal 7 November 2016," ujar Dubes Mansyur. (*)

  Antara  

Proyek Strategis Nasional

✈ Bertambah 55 Proyek dan 1 Program Industri Pesawat Terbang ✈ NC-212i di Hanggar PT DI [uranus398]

Tanggal 15 Juni 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang merupakan proyek infrastruktur sebagai upaya mewujudkan Nawacita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebelumnya, pada tanggal 31 Mei 2017, Presiden Jokowi telah pula menetapkan Perpres Nomor 56 Tahun 2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional, dalam upaya percepatan pengadaan tanah yang dikuasai masyarakat dan meminimalisasi dampak sosial yang timbul terhadap masyarakat sebagai akibat dibebaskannya lahan masyarakat dimaksud untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional.

Hal utama dalam perubahan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tersebut adalah bahwa pembiayaan dalam pembangunan PSN dapat pula dilakukan melalui non anggaran pemerintah. “Proyek Stategis Nasional yang bersumber dari non anggaran Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” bunyi Pasal 2 ayat (4) Perpres Nomor 58 Tahun 2017.

Terkait dengan Rencana Tata Ruang Wilayah, terhadap lokasi Proyek Strategis Nasional yang tidak berkesesuaian dengan rencana tata ruang kabupaten/kota atau rencana tata ruang kawasan strategis nasional, sesuai Pasal 19 ayat (3), Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat memberikan rekomendasi kesesuaian tata ruang atas lokasi PSN.

Sedangkan untuk penetapan tanah lokasi PSN, sesuai Pasal 21 Ayat (4), dilakukan oleh Gubernur. “Tanah yang telah ditetapkan lokasinya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak dapat dilakukan pemindahan hak atas tanahnya oleh pemilik hak kepada pihak lain selain kepada Badan Pertanahan Nasional,” bunyi Pasal 21 ayat (5).

Dalam hal jangka waktu penetapan lokasi dimaksud, sesuai Pasal 21 Ayat (6), telah berakhir dan penyediaan tanah untuk pelaksanaan Proyek Strategis Nasional belum selesai, gubernur memperbaharui penetapan lokasi Proyek Strategis Nasional untuk jangka waktu 2 (dua) tahun.

Seluruh dokumen yang telah ada sebelum pembaharuan penetapan lokasi Proyek Strategis Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (6), menjadi dokumen penyediaan tanah untuk Proyek Strategis Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” bunyi Pasal 21 ayat (7).

Adapun dalam rangka penggunaan barang dan/atau jasa dalam negeri, sesuai Pasal 24 ayat (2), Penanggung Jawab PSN dapat bekerja sama dengan badan usaha nasional dalam negeri dan/atau badan usaha asing yang memiliki komitmen dalam pengembangan peralatan dan komponen, sumber daya manusia, dan transfer teknologi yang diperlukan dalam pelaksanaan PSN.

Sebagai informasi, dalam Lampiran Perpres Nomor 58 Tahun 2017 berdasarkan hasil evaluasi atas kelayakan dan perkembangan Proyek Strategis Nasional, perhitungan proyek sudah selesai sebanyak 20 Proyek, proyek dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional sebanyak 15 proyek, serta 55 proyek baru dan 1 program industri pesawat terbang masuk menjadi Proyek Strategis Nasional, sehingga total daftar Proyek Strategis Nasional menjadi 245 Proyek, 1 program kelistrikan, dan 1 program industri pesawat terbang.

  Setkab  

Pembelian Sukhoi Ada di Tangan Kemendag

✈ Pasti terlaksana dengan 50% imbal dagang https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj60MUwzsrhdud_ouOzA8227dgwr6RFge7C07AFmpkTjccMc2DH-aOcB-RGARIliKvZtVz0JlM7RDx-lqogBPzRStIS4x1KGP31yxonSasvbAUL6UDXTnrOWXmlav39ijAg6nIUOHWnlY/s1600/A-Sukhoi-SU-35-takes-off-during-a-flying-display-one-day-before-the-50th-Paris-Airshow.jpgSu35 Rusia

Pembelian pesawat tempur Sukhoi SU 35, pasti terlaksana menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Ia memastikan pesawat tempur generasi 4 sebanyak sepuluh unit itu, pasti datang ke Indonesia. "Dari dua tahun lalu saya sudah nego(siasi) itu, sudah (pasti datang)," ujarnya kepada wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Kemenkopolhukam), Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Kapan sepuluh unit pesawat tempur buatan Russia itu akan tiba di tanah air, ia menyebut hal itu ada di tangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), yang ikut menangani pembelian Sukhoi SU 35.

"Itu urusan Kementerian Perdagangan, saya minta beli, kemudian 'G to G' (Goverment to Goverment), tidak ada calon, kemudian ada lima puluh persen imbal dagang," ujarnya.

Selain itu, perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Russia terkait pembelian pesawat tempur yang mampu melakukan manuver Pugachev Cobra itu, adalah pembangunan suku cadang pesawat tempur di Indonesia.

"Mereka akan buat pabrik di sini untuk suku cadang, jadi nggak usah bawa-bawa ke Russia, mahal itu. Jadi nanti yang punya (pesawat) Sukhoi seperti Malaysia, perbaikannya sama kita (saja)," ujarnya.

  Tribunnews  

"You cant win Southeast Asia without winning Indonesia" says Go-Jek founder

The founders of two of Indonesia's most successful companies talk growth strategies and international competition in their country's highly attractive market environment. imageL-R: William Tanuwijaya of Tokopedia, Nadiem Makarim of GO-JEK and The Wall Street Journal's global techology editor, Jason Dean. [Credit: The Wall Street Journal's D.Live Asia Conference] ★

The beauty of building business in Indonesia today is that enterprising companies can learn from the mistakes made by their more developed neighbours, such as China and India. That insight comes from the CEOs of two of Indonesia’s most successful homegrown companies, online marketplace Tokopedia and cross-sector startup Go-Jek, speaking at The Wall Street Journal’s D.Live conference in Hong Kong today.

While Indonesia’s GDP per capita last year was around the same as China’s in 2008, according to William Tanuwijaya, CEO of Tokopedia, Indonesia today has various advantages that he thinks will lead to relatively faster growth for the ecommerce sector. “In Indonesia in 2016, if you compare, we have a $100 smartphone Android, which wasn’t available in China in 2008. We also have 4G now, which wasn’t available in China in 2008.

The opportunity in Indonesia is really massive,” agreed fellow panelist Nadiem Makarim, CEO and founder of Go-Jek Indonesia, which offers local transport, logistics, food and payment services and was the first startup in the country to be classified a “unicorn”, last year. “We totally skipped the desktop experience and went straight to smartphones,” he said.

Both companies have seen massive growth in recent times as a result. Tokopedia is 16 times larger today than it was in 2014, explained Tanuwijaya, while Go-Jek now has 10 million weekly active users and accounts for half of the transportations business and 98 percent of the food delivery market in Indonesia.

Both have ambitious plans for the next few years, too. “Our goal is to kill this,” said Makarim, holding up a wallet. “We target the highest-frequency middle class transactions that a person does in their daily life and move it to the smartphones. Transport, food, moving stuff, buying airtime...and then utilities, bills etcetera—our goal is to cover the gamut of transactions so you won’t be required to transact outside your smartphone.” In a country where 70 percent of the population is unbanked, he continued, it’s "practically an open market" for this kind of innovation.

This means, of course, said interviewer Jason Dean, The WSJ's global technology editor, that plenty of other companies besides Go-Jek and Tokopedia are eyeing up Indonesia a highly attractive market too. With big international players such as Grab, Uber, Alibaba, Amazon and Tencent making noise in the region, what makes the local firms think they can win, asked Dean.

Starting up as early as 2009 means Tokopedia has won a few wars already, said Tanuwijaya, mentioning eBay as one competitor his company has seen off. “We always see competition as a good thing. If you survive long enough you really win the market against all the odds,” he said.

Makarim added that the local companies retain the advantages of agility and depth over the multinationals. “As William said, there are huge hidden costs of trying to do business in multiple countries at the same time. You can do one thing really well and replicate it across countries, or you can pick one market and go deep, as Go-Jek did. In this open market we decided ‘what can we defend?’. We will defend the consumer, we decided.

The audience appeared to share their optimism. Polled on the question “Who will ultimately dominate Southeast Asia’s consumer internet?”, many more answered 'local companies' over those from China or the US.

Both Tanuwijaya and Makarim refused to comment on rumours of investment from big names such as JD or Tencent, but both admitted that international expansion is something they would consider—when the time is right.

"You can't win Southeast Asia without winning Indonesia," said Makarim. "We have to be comfortable across all verticles and we also dont believe in expanding just for the sake of expanding."

  Campaign Asia  

Kami Tidak Mau Didikte Eropa!

Mentan: Kami Tidak Mau Didikte Eropa! - JPNN.COMMentan Amran Sulaiman dalam acara Rapat Kordinasi Gabungan di Kantor Badan Litbang Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5). [Humas Kementan]

Kementerian Pertanian telah bertekad untuk mewujudkan swasembada pangan bahkan telah dibuat grand design tahapan menjadikan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia pada 2045.

Hal tersebut merupakan gambaran umum kebijakan pangan Indonesia yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ketika memberikan kuliah umum kepada para peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVI tahun 2017.

Kegiatan itu bertema "Kebijakan Swasembada Pangan dan Menunjang Kemandirian Perekonomian" bertempat di Gedung Pancaghatra, Lemhannas, Jakarta Pusat.

PPRA merupakan program yang diselenggarakan Lemhannas dalam rangka penyiapan Kader Pimpinan Tingkat Nasional.

Program ini diselenggarakan selama tujuh bulan dengan sistem off campus dan on campus.

Sistem on campus sendiri berlangsung selama 6 bulan dengan salah satu kegiatannya ceramah atau kuliah umum.

Menteri Amran ketika memberikan kuliah umum kali ini sangat mengedepan bagaimana kemandirian bangsa dapat terbangun melalui pangan, optimisme bangsa bisa berjaya melalui pangan selalu di kedepankan.

Dia berharap seluruh elemen masyarakat mampu mengedepankan kepentingan bangsa dan mengesampingkan egoisme sektoral.

"Hilangkan egoisme sektoral, pertanian berdiri sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah. Kami selalu bersinergi dengan Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan. Yang ada hanya misi presiden, kami hanya pembantu presiden. Kami wakafkan diri untuk negeri ini," ujar Amran.

Amran juga menyoroti regulasi yang seharusnya mampu mendukung program swasembada.

Bagaimana di tahun pertama masa jabatannya, dia merombak struktur anggaran yang ada, sehingga mampu mendukung program swasembada.

Termasuk kinerjanya mengubah sistem tender yang tergolong terlalu lama dan tidak sesuai dengan kondisi petani dan menggantinya dengan penunjukan langsung tentu dengan sistem pengawasan yang ketat

"Pupuk tender, benih tender, memang tikus bisa menunggu kita lagi tender. Kami kementerian pertama yang ada satgas yang berkantor di Kementerian dari KPK, Kejaksaan, dan POLRI," ujar Amran.

Tentunya kebijakan swasembada ini bersinggungan juga dengan kebijakan luar negeri karena terkait impor dan ekspor.

Untuk kebijakan luar negeri, Indonesia tidak mau didikte.

Terkait komoditas bawang butih yang baru-baru ini bergejolak, Kementerian Pertanian merasa dipermainkan oleh importir nakal.

Pasalnya, 90% merupakan impor, harga dipermainkan, ada penimbunan.

Karena itu, Amran bertekad untuk membuat swasembada bawang putih pada 2019, lebih cepat dari grand design awal yang semula di 2033.

Selain itu, Amran juga tidak ingin main-main terkait kebijakan pertanian dan perkebunan Indonesia dengan luar negeri.

Sekali lagi, dia menunjukkan terkait pangan merupakan martabat dan harga diri bangsa.

Amran tidak mau di dikte terkait CPO yang bermasalah dengan Eropa,

"Kami tidak mau didikte Eopa, palm oil ini pendekatannya selalu environment, deforestation, seharusnya community welfare, yang ada di bawah kelapa sawit ada orang beneran yang dihidupi disitu", tegas Amran.

"Kalau untuk kepentingan merah putih aku tanda tangan, kalau tidak aku tutup kembali", tambahnya.

Kementerian Pertanian telah merancang grand design lumbung pangan dunia tahun 2045.

Bukan sekadar mimpi, hal tersebut sudah sesuai target untuk saat ini.

Di tahap awal, bangsa Indonesia telah merasakan satu tahun tanpa adanya impor beras, bawang merah, dan cabai di tahun 2016.

Hal ini dipastikan akan berlanjut ke komoditas-komiditas strategis lainnya di tahun berikutnya. (adv/jpnn)


  ★ JPNN  

Upaya Penjualan Pesawat PT DI

Kunker Wamenlu ke Senegal dan Kenya https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ0r3TDt6cSXuvDgucqQwU3_TgLTWgYpbU9NlvAm1iiLvjw0g0EAjck8IO1mS8-Xafz4HSAyRjolqYW31UqAHJ3j_RvLoyHXvCXsi5UG6dO7kRedO3IS3FSTcUgP4p_Da5ygm9V68H9tw/s1600/PTDI-CN235-Patmar.jpgPesawat CN 235 PT DI

Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir melakukan kunjungan kerja ke Senegal dan Kenya pada 7-10 Juni 2017 untuk memperkuat hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Afrika.

Wamenlu RI akan berkunjung ke Senegal dan Kenya pada 7-10 Juni. Ini untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan hubungan dan kerja sama kita dengan negara-negara Afrika,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta, Jumat.

Menurut Arrmanatha, Pemerintah Indonesia ingin memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara Afrika karena Afrika mempunyai potensi besar dan merupakan pasar non-tradisional yang penting untuk Indonesia.

Direktur Kawasan Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak menyampaikan bahwa Wamenlu Fachir dalam kunjungan kerjanya ke Senegal dan Kenya akan berfokus melakukan diplomasi ekonomi.

Dalam kunjungan ini, kami juga akan mendorong kerja sama, salah satunya upaya untuk menjual produk-produk PT Dirgantara Indonesia,” ujar dia.

Daniel mengatakan bahwa Senegal dan Kenya merupakan negara mitra penting bagi Indonesia di kawasan Afrika barat.

Salah satu agenda penting yang juga selalu didorong adalah Indonesia-Africa Forum. Forum ini akan diupayakan dilaksanakan di Indonesia untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret antara Indonesia dengan negara-negara Afrika,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa salah satu prioritas diplomasi ekonomi Indonesia pada 2017 adalah untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan negara-negara Afrika.

Afrika merupakan kawasan yang memiliki potensi besar sehingga penting bagi Indonesia untuk terus meningkatkan dan memperluas kerja sama ekonomi di kawasan ini,” ucap Menlu Retno.

Diplomasi ekonomi pemerintah Indonesia untuk masuk dan mengembangkan kerja sama ekonomi ke wilayah Afrika pun dilakukan melalui berbagai pintu, termasuk melalui forum dan organisasi regional.

   Antara  

Indomie Tempati Urutan Delapan Dunia

Makanan Yang Sering Dikonsumsi Kantar Worldpanel merilis Brand Footprint 2017. Hasilnya, Indomie dinobatkan sebagai merek produk yang paling sering dipilih konsumen Indonesia di perkotaan besar.

Setidaknya hampir semua penduduk Indonesia pernah membeli merek Indomie, rata-rata 3–4 kali dalam sebulan selama 2016.

Menurut New Business Development Director Kantar Worldpanel Indonesia Fanny Murhayati, kekuatan Indomie membuat merek tersebut berhasil mempertahankan posisi teratas dalam survei Brand Footprint sejak tahun lalu.

"Bahkan Indomie juga mampu memperoleh posisi ke delapan merek paling banyak dipilih di seluruh dunia," ujar Fanny di Jakarta, Jumat (2/6).

Di Nigeria, Indomie kata Fanny, juga berhasil menjuarai ranking Brand Footprint dan berada pada posisi nomor satu.

Penjualan international yang luas, merupakan salah satu faktor pendukung performance dari Indomie.

"Di samping Indonesia dan Nigeria, Indomie juga memiliki pangsa pasar di Ghana, Malaysia, Timur Tengah, Turki, dan Amerika Serikat," ucapnya.

Fanny menuturkan, selain Indomie, merek lain yang paling banyak dipilih konsumen Indonesia yaitu Royco, Mie Sedap, Frisian Flag, So Klin, Kapal Api, Indofood, Masako, Lifebuoy dan Rinso.

"Untuk dunia, Coca Cola merupakan merek yang paling sering dipilih oleh konsumen. Setidaknya 42 persen dari seluruh rumah tangga di dunia pernah membeli merek Coca Cola sekitar 13 kali dalam kurun satu tahun terakhir," tutur Fanny.

Kantar Worldpanel merupakan perusahaan riset terkemuka dalam bidang pengetahuan dan wawasan konsumen yang menggabungkan monitoring pasar, analisis terkemuka, serta solusi riset pasar yang dapat disesuaikan.

Tim terdiri dari 3.500 orang di lebih 50 negara termasuk Indonesia.(gir/jpnn)


  ★ JPNN  

Indomie Kuasai 70% Pangsa Pasar Nigeria

http://image.elevenia.co.id/g/7/4/7/6/8/8/18747688_B_V1.jpgProduk mie instan milik PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yakni Indomie sudah tersohor di beberapa negara di dunia. Bahkan penjualan Indomie merajai pangsa pasar di beberapa negara.

Direktur INDF Thomas Tjhie mengatakan, salah satu penjualan Indomie terbesar berada di Afrika khususnya di Nigeria. Indomie di negara tersebut menguasai pangsa pasar hingga 70%.

"Untuk di Afrika paling besar di Nigeria, Indomie di sana menguasai pasar sekitar 70%," tuturnya di Plaza Indofood Tower, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Di Nigeria, Indomie memang sudah sangat tersohor. Bahkan di negara tersebut ada organisasi pecinta Indomie yang bernama Indomie Fans Club (IFC).

Bukan hanya itu, Indomie yang di sana diproduksi oleh Dufil Prima Foods Plc juga memperoleh status mie instan yang paling laris di Afrika. Penobatan itu diberikan oleh Kantar World Panel.

Selain Afrika, Indomie juga telah hadiri banyak negara, mulai dari Timur Tengah, Australia, hingga Eropa. Untuk Eropa Timur Indomie juga sudah masuk ke negara Serbia.

INDF tahun ini menargetkan kontribusi penjualan dari sisi ekspor bisa menyumbangkan porsi 8-10% dari total pendapatan secara konsolidasi.

Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10-12%. Adapun perolehan pendapatan perseroan di 2016 sebesar Rp 66,75 triliun. (ang/ang)

  detik  

RI Raih Investment Grade

Akan Makin Banyak Emiten Baru https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEIMNYy6lXsr0j1hnp9WVC17-WgY11SQ5i6_Tf-C4nY0mSF5qXPsn1BniVhZMCaXG88VGdIrVwQCKKprDnjkO-VdD-tZAZkVu6kUed8nUxktT6XX4SRygvRHoK25iO8-wU1xk7nRKjwcOv/s1600/photo_2017-05-22_15-20-36.jpgSurat Sri Mulyani [istimewa]

Keputusan Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi membawa angin segar bagi pasar modal Indonesia.

Direktur Bahana Sekuritas Andi Sidharta menyakini, peringkat layak investasi dari S&P akan memicu munculnya emiten-emiten baru di pasar modal. Sebab para calon emiten kini lebih optimistis sahamnya akan tersepat saat melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

"Pastilah itu impact-nya sangat positif ya. Kalau kita lihat sekarang kan reli terus kemungkinan sih IPO yang tadinya agak lesu justru akan dapet respons lebih bagus dari yang sebelumnya," tuturnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Dari awal tahun hingga saat ini jumlah emiten yang melakukan IPO sebanyak 8 perusahaan. Sehingga total emiten yang tercatat di pasar modal hingga saat ini sebanyak 543 perusahaan.

Andi yakin, dengan adanya rating S&P akan menyuburkan munculnya emiten baru tahun ini. Kondisi tahun ini diyakini akan berbanding terbalik dengan tahun lalu, di mana banyak calon emiten yang menunda rencana IPO-nya.

"Kemarin banyak yang mau IPO kinerjanya kurang baik. Mungkin sekarang agak berbalik kalau diliat dari minat investor yang tadinya tidak mau ketemu jadi banyak yang mau malah. Mestinya positif lah," tegasnya.

Andi melihat antusiasme para investor untuk menyerap saham-saham baru juga besar, terutama investor institusi. (ang/ang)

 Jokowi Panggil Menteri ke Bogor 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak berhenti sampai dengan penobatan investment grade untuk Indonesia. Langkah selanjutnya pun langsung disiapkan agar peringkat yang ditunggu bertahun-tahun tersebut bisa bermanfaat.

Para menteri dikumpulkan di Istana Kepresidenan, Bogor. Tampak hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta lainnya.

Jokowi optimis investor semakin percaya untuk menempatkan modalnya di Indonesia. Maka sudah selayaknya hal tersebut dijaga.

"S&P telah memberikan investment grade. Ini menambah kepercayaan kepada kita, terutama untuk investasi-investasi yang berasal dari luar karena itulah sebuah kepercayaan yang harus kita jaga," terang Jokowi membuka rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan, Bogor, Senin (22/5/2017).

Beberapa waktu lalu, Jokowi juga ikut menghadiri pertemuan KTT One Belt One Road di Beijing, China. Jokowi melihat peluang untuk menarik investor lebih banyak itu sangat besar.

"Setelah mengikuti forum itu kita melihat, peluang yang ada untuk kerja sama dengan negara lain sangat terbuka lebar," ujarnya. (mkj/ang)

  detik  

PT PPI Diminta Kawal Transaksi Imbal Dagang Sukhoi dari Rusia

Imbal Dagang Pesawat Sukhoi Su-35Sukhoi Su-35 Flanker E [Sputnik] ★

K
ementrian Perdagangan meminta pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mendampingi transaksi imbal dagang. Pasalnya, Kemendag tengah melakukan transaksi imbal dagang untuk pembelian pesawat Sukhoi Su-35 asal Rusia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, telah menunjuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai perantara dalam melakukan transaksi imbal dagang dengan Rusia. Sementara dari sisi Rusia akan menunjuk Rostec yang merupakan BUMN yang bergerak dibidang Alutsista.

"Kami telah menunjuk PT PPI, BUMN yang mewakili kita, karena mereka tunjuk BUMN-nya (Rostec), kita tunjuk BUMN-nya PPI. Mereka akan lakukan transaksi dagang dari sisi kita. Sukhoi jual pada Kementrian Pertahanan, dia tunjuk badan usahanya, Rostec," ujarnya di Kantor Kementrian Perdagangan, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Meski telah menunjuk PT PPI sebagai perantara, namun Enggar belum menyebutkan jenis komoditas apa saja yang akan ditawarkan pemerintah pada Rusia sebagai imbal dagang dengan delapan pesawat jet Sukhoi Su-35. Namun sejauh ini pihak Rusia baru menyampaikan keinginan mereka untuk membeli karet alam produksi dalam negeri, namun, tidak menutup kemungkinan untuk membeli produk lainnya.

"Imbal dagang itu ada UU mengenai ketentuan setiap mengenai alusista, ada transteknologi dan nilainya. Dan pemerintah kita dalam hal ini menhan membeli sukhoi dan sebagian itu dalam bahannya, jenisnya imbalnya apa, itu nanti dalam pembicaraan," kata Enggar.

Sebagai informasi, Adapun nilai imbal dagang yang akan dilakukan dengan Rusia sekitar USD600 juta. Diperkirakan pengadaan delapan unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 memakan biaya senilai USD 1,14 miliar.

  Okezone  

Indonesia Pertimbangkan Kampanye untuk Tidak Membeli Pesawat Airbus

Sebagai Tindakan Balasan Terhadap UEA400M di Lanud Halim Perdana Kusuma, 19 Mei 2017. (IMF)

Menanggapi resolusi Parlemen Eropa baru-baru ini untuk mengurangi penggunaan minyak kelapa sawit karena alasan lingkungan dan serangkaian “kampanye hitam” yang dilakukan oleh LSM Eropa, Indonesia merencanakan serangkaian tindakan pembalasan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto “Enggar” Lukita mengatakan bahwa baru-baru ini dia bertemu dengan rekannya dari Uni Eropa (UE) dan mengungkapkan kemarahannya, dengan mengatakan bahwa Indonesia akan melakukan pembalasan terhadap usaha-usaha yang mengganggu penjualan global minyak sawit.

Ketika saya bertemu dengan rekan kerja UE saya, saya mengatakan bahwa saya akan berbicara dengan rekan-rekan sesama menteri untuk memulai sebuah rencana, untuk tidak membeli pesawat Airbus lagi karena berisiko menyebabkan kanker kulit. Penggunaan sistem radar Thales (dibuat di UE) juga memiliki risiko yang sama, menyebabkan kanker kulit,” kata Enggar dalam sebuah pertemuan Kamis malam.

Uni Eropa harus membuktikan bahwa minyak kelapa sawit memiliki risiko terhadap kesehatan. Indonesia akan melakukan hal yang sama kepada Airbus, dengan meninjau apakah aman atau tidak terbang dengan menggunakan pesawat tersebut.

Enggar mengatakan bahwa menteri UE membela posisi UE dengan mengatakan bahwa resolusi minyak kelapa sawit dikeluarkan oleh parlemen UE dan tidak mengikat, dan menyatakan bahwa kampanye yang mengklaim minyak kelapa sawit menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia dilakukan oleh LSM.

Menanggapi hal itu, saya katakan bahwa saya akan memberi tahu teman legislatif dan LSM lokal saya untuk melakukan hal yang sama pada produk Anda,” kata Enggar.

Jika Anda ingin memastikan perdagangan bebas, hal semacam ini harus dihindari atau akan turun ke dalam perang dagang.

Pada bulan April, Parlemen Uni Eropa menuntut blok tersebut secara bertahap melakukan pengurangan penggunaan minyak nabati, termasuk minyak sawit, yang tidak diproduksi secara lestari dalam upaya mengurangi deforestasi, dimana Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar di dunia, sebagaimana dilansir dari the Jakarta Post (19/05).

   Lancercell  

RI-AS Deal Rp 130 Triliun

Dari Impor LNG Hingga Senjata F-16 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpMRR5QTYyDItY_Fac8YlCysHPyxa4wB2d2iKJcQAnBOhYdCaqLGeW2CcrQbGVWh71UUP9eSX1cf5XM4lCOo4hZ0UdwZqGUBPWZvWnxHHDGgJC0wy8l6M4_mWV-1SywfZcxnkAolSjuoSN/s1600/f16+TNI+AU+def.pk.jpgF16 A/B/C/D TNI AU

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, sedang berkunjung ke Indonesia. Kunjungan kali ini membuahkan beberapa kerja sama senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 130 triliun.

Ada 11 kerja sama yang diteken, melibatkan beberapa perusahaan Negeri Paman Sam seperti Exxon Mobil, General Electric, dan raksasa penerbangan Lockheed Martin.

"Kerja sama ini mencerminkan semangat yang luar biasa dari perusahaan-perusahaan Amerika atas kesempatan bisnis yang ada di Indonesia," kata Pence dikutip dari AFP, Jumat (21/4/2017).

Exxon Mobil akan menjual LNG kepada Pertamina. General Electric akan menyediakan teknologi untuk pembangkit listrik di Indonesia. Sementara Lockheed Martin akan menyediakan sistem senjata mutakhir untuk pesawat tempur F-16.

Dalam kunjungannya ini Pence memang mendorong perusahaan-perusahaan AS supaya bisa bekerja sama dan berinvestasi di Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang dibidik Donald Trump dalam memperbaiki neraca perdagangan AS. Sebab, saat ini AS mengalami defisit dalam perdagangan dengan RI.

Indonesia dengan 250 juta penduduknya memang menjadi pasar yang empuk bagi perusahaan asing. Sayangnya, berdagang dengan orang Indonesia tidak mudah sebab masih banyak masalah di dalam negeri.

Contohnya seperti birokrasi yang lambat, tingkat korupsi tinggi, hingga situasi politik yang tidak stabil. (ang/dnl)

  detik  

Indonesia-Qatar Inginkan Peningkatan Kerjasama

✈ Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmed Jassim al-Hammar saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (17/4/2017). Jassim al-Hammar bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menyampaikan undangan Forum Doha dan berdiskusi soal peningkatan hubungan kerja sama di berbagai bidang. [ANTARA News/Vicki Febrianto]

Pemerintah Indonesia dan Qatar mengharapkan adanya peningkatan kerja sama antarkedua belah pihak, baik kerja sama bidang ekonomi, pertahanan maupun sektor investasi.

Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmed Jassim al-Hammar seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan baik Indonesia dan Qatar mengharapkan adanya peningkatan hubungan kerja sama di berbagai bidang.

"Pembicaraan kami tadi untuk mencari peluang kerja sama yang lebih luas, untuk semakin mengembangkan hubungan Indonesia dan Qatar. Hubungan kedua negara saat ini sangat baik," kata Jassim al-Hammar, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin.

Jassim al-Hammar menambahkan saat ini Qatar telah melakukan berbagai investasi di Indonesia. Beberapa investasi Qatar di Indonesia antara lain adalah Qatar National Bank (QNB), kepemilikan saham Indosat Ooredoo, dan investasi di MatahariMall.

"Ke depan, kami akan menaruh perhatian jika ada peningkatan investasi di Indonesia," ujar Jassim al-Hammar.

Dalam kesempatan tersebut, Jassim al-Hammar juga menyampaikan surat undangan dari pemerintah Qatar untuk Wakil Presiden Kalla yang diharapkan hadir dalam Forum Doha yang akan diadakan pada 14-15 Mei 2017 di Doha, Qatar.

Forum tersebut merupakan forum internasional yang nantinya akan banyak menghadirkan kepala negara ataupun kepala pemerintahan, serta wakil organisasi-organisasi internasional. Dalam forum tersebut, nantinya akan membicarakan tentang demokrasi, kebebasan dan peningkatan perdamaian di seluruh bangsa.

Selain itu, juga akan dilakukan diskusi terkait politik, ekonomi, serta isu-isu regional maupun internasional. Salah satu topik yang akan dibahas mengenai krisis pengungsi.

"Tujuan utama dari Forum Doha tersebut adalah membuka forum tersebut seluas-luasnya bagi elemen pemerintahan ataupun masyarakat guna membicarakan demokrasi dan peningkatan perdamaian di seluruh dunia," kata Jassim al-Hammar.

  antara