✈ Bertambah 55 Proyek dan 1 Program Industri Pesawat Terbang
✈ NC-212i di Hanggar PT DI [uranus398]
Tanggal 15 Juni 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang merupakan proyek infrastruktur sebagai upaya mewujudkan Nawacita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sebelumnya, pada tanggal 31 Mei 2017, Presiden Jokowi telah pula menetapkan Perpres Nomor 56 Tahun 2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional, dalam upaya percepatan pengadaan tanah yang dikuasai masyarakat dan meminimalisasi dampak sosial yang timbul terhadap masyarakat sebagai akibat dibebaskannya lahan masyarakat dimaksud untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional.
Hal utama dalam perubahan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tersebut adalah bahwa pembiayaan dalam pembangunan PSN dapat pula dilakukan melalui non anggaran pemerintah. “Proyek Stategis Nasional yang bersumber dari non anggaran Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” bunyi Pasal 2 ayat (4) Perpres Nomor 58 Tahun 2017.
Terkait dengan Rencana Tata Ruang Wilayah, terhadap lokasi Proyek Strategis Nasional yang tidak berkesesuaian dengan rencana tata ruang kabupaten/kota atau rencana tata ruang kawasan strategis nasional, sesuai Pasal 19 ayat (3), Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat memberikan rekomendasi kesesuaian tata ruang atas lokasi PSN.
Sedangkan untuk penetapan tanah lokasi PSN, sesuai Pasal 21 Ayat (4), dilakukan oleh Gubernur. “Tanah yang telah ditetapkan lokasinya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak dapat dilakukan pemindahan hak atas tanahnya oleh pemilik hak kepada pihak lain selain kepada Badan Pertanahan Nasional,” bunyi Pasal 21 ayat (5).
Dalam hal jangka waktu penetapan lokasi dimaksud, sesuai Pasal 21 Ayat (6), telah berakhir dan penyediaan tanah untuk pelaksanaan Proyek Strategis Nasional belum selesai, gubernur memperbaharui penetapan lokasi Proyek Strategis Nasional untuk jangka waktu 2 (dua) tahun.
“Seluruh dokumen yang telah ada sebelum pembaharuan penetapan lokasi Proyek Strategis Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (6), menjadi dokumen penyediaan tanah untuk Proyek Strategis Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” bunyi Pasal 21 ayat (7).
Adapun dalam rangka penggunaan barang dan/atau jasa dalam negeri, sesuai Pasal 24 ayat (2), Penanggung Jawab PSN dapat bekerja sama dengan badan usaha nasional dalam negeri dan/atau badan usaha asing yang memiliki komitmen dalam pengembangan peralatan dan komponen, sumber daya manusia, dan transfer teknologi yang diperlukan dalam pelaksanaan PSN.
Sebagai informasi, dalam Lampiran Perpres Nomor 58 Tahun 2017 berdasarkan hasil evaluasi atas kelayakan dan perkembangan Proyek Strategis Nasional, perhitungan proyek sudah selesai sebanyak 20 Proyek, proyek dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional sebanyak 15 proyek, serta 55 proyek baru dan 1 program industri pesawat terbang masuk menjadi Proyek Strategis Nasional, sehingga total daftar Proyek Strategis Nasional menjadi 245 Proyek, 1 program kelistrikan, dan 1 program industri pesawat terbang.
Jätkäsaari, Helsinki, Finlandia (Suomen Ilmakuva Oy) ★
Pemerintah Indonesia dan pemerintah Finlandia tengah menjajaki kerja sama terkait pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Adapun berdasarkan pembicaraan awal antara kedua negarai, Finlandia terlihat tertarik untuk menanamkan investasi pada pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy) dan keamanan udara (air safety).
"Finlandia ingin mengeksplorasi potensi investasi di Indonesia, jadi tadi menterinya datang dengan delegasi bisnis," ujar Bambang usai bertemu dengan Menteri Perekonomian Finlandia Mika Lintila di Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (5/6).
Bambang menjelaskan, sepanjang pertemuan, sejumlah perusahaan dari Finladia fokus membicarakan dua hal, yakni terkait pembangkit listrik tenaga sampah dan keamanan udara. Saat ini, menurut dia, terdapat perusahaan asal Finlandia yang tengah menggarap proyek pembangkil listrik tenaga sampah tersebut dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta, yakni PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
"Mereka tadi menanyakan mengenai tarif listriknya kalau pakai waste to energy dan kedua, masalah yang krusial tapi ini mungkin Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) mungkin yang harus selesaikan, yaitu tipping fee atau biaya untuk kumpulkan sampahnya," ucap Bambang.
Bambang menjelaskan, tarif listrik harus dipastikan memiliki selisih atau marjin yang cukup bagi perusahaan terhadap tipping fee.
Disisi lain, menurut dia, pihaknya akan mendorong perusahaan-perusahaan Finlandia tersebut juga berinvestasi terkait waste to energy tersebut di kota-kota besar lain di Indonesia.
"Karena menurut saya di kota besar Indonesia, potensi terbesar sekarang adalah waste to energy. Itu bagus karena sampahnya ada yang ngurus, tapi yang kedua, jadi listrik," ujar Bambang.
Adapun terkait dengan keamanan udara, menurut Bambang, pemerintah Finlandia menawarkan semacam pinjaman lunak melalui bank komersial di Finlandia yang dijamin oleh lembaga ekspornya Finlandia.
"Area kedua lebih ke Airnav, BUMN kita yang urusin navigasi. Rupanya mereka punya teknologi semacam radar cuaca, jadi pesawat yang mau landing atau segala macam bisa terbantu dengan informasi yang dihasilkan," tutur Bambang.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengaku, pihaknya akan mengkaji kedua tawaran investasi tersebut. Adapun salah satu yang akan dilihat pemerintah adalah apakah investasi tersebut akan didukung oleh pembiayaan berupa pinjaman lunak dari bank komersial Finlandia. Hal ini sesuai dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.
"Kami tidak mengatakan mau ambil, kami juga belum tahu. Biasa itu negara-negara tersebut menawarkan paket supaya menarik, biasanya ditawarkan dengan paket pembiayaannya. Kan mereka juga ingin mendorong produknya, tapi kami pilih yang paling sesuai yang mana," ujar Wismana.
Wismana menuturkan pihaknya dalam pertemuan tersebut juga membeberkan prioritas pembangunan di Indonesia seperti di sektor pariwisata. Saat ini, pemerintah fokus membangun tiga area wisata yaitu di Mandalika, Borobudur dan Danau Toba. Selain itu, pemerintah juga menawarkan proyek-proyek dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Pemerintah menurut dia, akan menanti respons balik dan tindak lanjut dari Pemerintah Finlandia terkait dengan tawaran proyek investasi tersebut, yang memang belum dibahas secara detil dalam proses penjajakan kerja sama kedua negara. (agi)
Siswa penemu listrik pohon kedondong, energi baru dan terbarukan (EBT)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kanan) berbincang dengan penemu energi listrik dari pohon kedondong Naufal Raziq di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (19/5/2017). (ANTARA Foto/Aprillio Akbar) ●
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima kedatangan Naufal Raziq, siswa berusia 15 tahun asal Langsa, Provinsi Aceh, yang menjadi penemu energi listrik dari pohon kedondong pagar.
"Harapan Pak Menteri, temuan Naufal dapat digunakan masyarakat dan dimanfaatkan khususnya di Indonesia dan desa-desa terpencil," kata Naufal di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.
Siswa kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa itu menceritakan bahwa Menteri Jonan menilai penemuan energi listrik dari pohon kedondong itu termasuk energi baru dan terbarukan (EBT).
Kepada Menteri ESDM, Naufal juga menceritakan bahwa energi listrik yang ditemukannya sudah terhubung ke sebagian rumah di desa terpencil Tampur Paloh, Aceh Timur, dan akan dikembangkan agar penemuan itu bisa dimanfaatkan untuk skala yang lebih besar.
Ia pun menceritakan penemuan tersebut berawal dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang didapatkan saat masih di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah dua tahun lalu bahwa buah asam, seperti kentang, jeruk dan mangga dapat menghasilkan energi listrik sederhana.
Penemuan tersebut juga dilakukan bertahap dengan mencoba berbagai macam pohon buah, mulai dari mangga, belimbing, asam jawa hingga akhirnya menemukan pohon kedondong pagar yang memiliki keunggulan dibanding buah lainnya, kata Naufal.
"Masing-masing pohon itu ada keunggulannya. Kenapa kedondong pagar? Karena, memiliki batang yang besar, mudah tumbuhnya, jika kita kupaskan kulitnya dia tidak busuk malah menyembuhkan dirinya, recovery," ujarnya.
Ia menjelaskan satu lubang pada pohon kedondong pagar bisa menghasilkan tegangan listrik satu volt (1 V), dan satu pohon kedondong dapat dibuat menjadi empat lubang yang bisa menghasilkan energi 4 V.
Untuk menyalakan satu lampu, ia menambahkan, setidak-tidaknya dibutuhkan empat pohon kedondong pagar yang sudah dipasang tembaga dan logam.
Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) akan memberi bantuan pendanaan guna mengembangkan penemuan Naufal menjadi energi listrik berskala besar.
Berikut video dari Youtube :
Sebagai Tindakan Balasan Terhadap UE
A400M di Lanud Halim Perdana Kusuma, 19 Mei 2017. (IMF) ●
Menanggapi resolusi Parlemen Eropa baru-baru ini untuk mengurangi penggunaan minyak kelapa sawit karena alasan lingkungan dan serangkaian “kampanye hitam” yang dilakukan oleh LSM Eropa, Indonesia merencanakan serangkaian tindakan pembalasan.
Menteri Perdagangan Enggartiasto “Enggar” Lukita mengatakan bahwa baru-baru ini dia bertemu dengan rekannya dari Uni Eropa (UE) dan mengungkapkan kemarahannya, dengan mengatakan bahwa Indonesia akan melakukan pembalasan terhadap usaha-usaha yang mengganggu penjualan global minyak sawit.
“Ketika saya bertemu dengan rekan kerja UE saya, saya mengatakan bahwa saya akan berbicara dengan rekan-rekan sesama menteri untuk memulai sebuah rencana, untuk tidak membeli pesawat Airbus lagi karena berisiko menyebabkan kanker kulit. Penggunaan sistem radar Thales (dibuat di UE) juga memiliki risiko yang sama, menyebabkan kanker kulit,” kata Enggar dalam sebuah pertemuan Kamis malam.
“Uni Eropa harus membuktikan bahwa minyak kelapa sawit memiliki risiko terhadap kesehatan. Indonesia akan melakukan hal yang sama kepada Airbus, dengan meninjau apakah aman atau tidak terbang dengan menggunakan pesawat tersebut.”
Enggar mengatakan bahwa menteri UE membela posisi UE dengan mengatakan bahwa resolusi minyak kelapa sawit dikeluarkan oleh parlemen UE dan tidak mengikat, dan menyatakan bahwa kampanye yang mengklaim minyak kelapa sawit menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia dilakukan oleh LSM.
“Menanggapi hal itu, saya katakan bahwa saya akan memberi tahu teman legislatif dan LSM lokal saya untuk melakukan hal yang sama pada produk Anda,” kata Enggar.
“Jika Anda ingin memastikan perdagangan bebas, hal semacam ini harus dihindari atau akan turun ke dalam perang dagang.”
Pada bulan April, Parlemen Uni Eropa menuntut blok tersebut secara bertahap melakukan pengurangan penggunaan minyak nabati, termasuk minyak sawit, yang tidak diproduksi secara lestari dalam upaya mengurangi deforestasi, dimana Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar di dunia, sebagaimana dilansir dari the Jakarta Post (19/05).
Ilustrasi Foto: Rengga Sancaya ●
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM menyepakati kerja sama bidang energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) dengan Lithuania di Istana Presiden Republik Indonesia kemarin.
Komitmen kerja sama ini dituangkan dalam penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Energi Lithuania Zygimantas Vaiciunas, yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Lithuania Dalia Grybauskaite.
Melalui penandatanganan MoU ini diharapkan investasi langsung dari Lithuania di subsektor EBTKE bisa ditingkatkan. MoU juga ditargetkan mendorong kerja sama bisnis Indonesia-Lithuania dalam bentuk proyek bersama, dialog kebijakan energi, alih teknologi, penelitian dan pengembangan hingga capacity building.
Setelah penandatanganan MoU di Istana Presiden tersebut, siang harinya dilakukan Indonesia-Lithuania Business Energy Forum di kantor Kementerian ESDM, yang dibuka oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
"Penandatanganan MoU yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Dalia Grybauskaite pagi tadi sebagai milestone penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara," kata Arcandra dalam keterangan tertulis, Kamis (18/5/2017).
Arcandra menyampaikan bahwa kerja sama ini salah satunya akan difokuskan pada pengembangan biomassa. Ia menjelaskan, biomassa punya peran vital dalam bauran energi Lithuania.
"Saya juga secara pribadi merasa kagum atas keberhasilan Lithuania dalam mengelola biomassa sehingga menjadi pangsa pasar yang kompetitif. Indonesia harus belajar dari mereka," ungkapnya.
Lithuania memiliki sistem Biomass Exchange di mana pasar biomassa menjadi transparan, efisien, mendorong kompetisi dan mengeliminasi perbedaan-perbedaan harga biomass. Harga rata-rata biomassa di Lithuania pada tahun Agustus 2012 sebesar 193 Euro per ton, sedangkan pada bulan Agustus 2016 telah turun menjadi 113 Euro per ton (turun 40%).
Penurunan harga biomassa berdampak terhadap harga biaya penggunaaan pemanas yang turun sebesar 28%. Saat ini, Lithuania memiliki teknologi biomassa yang telah dikembangkan oleh 20 perusahaan yang beroperasi di bidang industri biofuel (design, manufacturing dan ekspor barang jadi).
Kerja Sama ini, lanjut Arcandra, merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam memenuhi target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.
"Saya yakin kolaborasi ini akan menginspirasi lebih banyak kegiatan inovatif di masa depan dan mendorong inovasi dan pengembangan teknologi kedua belah pihak," pungkasnya. (mca/ang)
Pengolah air bersama solar menjadi bahan bakar
Eneco Plasma Fusion ●
Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) melaksanakan Uji coba Alat Eneco Plasma Fusion, Uji coba dipimpin langsung oleh Presiden and CEO Eneco Holdings Mr. Yasuhiro Yamamoto bertempat di gedung Eneco Plasma Fusion Koarmatim, Ujung, Surabaya. Senin, (08/05/2017).
Alat Eneco Plasma Fusion ini merupakan alat dari perusahaan Eneco Holdings dari Jepang yang mampu memperkecil anggaran, dan dinilai dapat menghemat penggunaan bahan bakar solar serta hasilnya juga dapat digunakan untuk berbagai macam kendaraan berbahan bakar solar, ujar Yasuhiro.
Hal ini karena mesin tersebut dapat mengolah 50 persen air dan 50 persen solar menjadi bahan bakar yang dapat digunakan pada semua mesin yang menggunakan solar. Dalam waktu 24 jam, mesin ini dapat menampung 12.000 liter air dan solar.
Selain itu, di Jepang sendiri saat ini belum banyak perusahaan yang bisa melakukan pencampuran proses air menjadi bahan bakar karena harus mendapatkan izin atau lisensi dari pemerintah, dan hanya perusahaan Eneco Holdings yang mampu lulus uji lisensi dari pemerintah Jepang.
Teknologi Eneco Plasma Fusion merupakan teknologi yang bisa merealisasikan rasio percampuran air sekitar 70%, baik air ledeng maupun air sumur dengan proses penyulingan bahan bakar yang telah dilakukan “Plasma Fusion” dengan ditambahkan air kembali pembakaran tidak berubah.
Komisaris PT. Eneco Holdings. INC Bpk. Bambang Sulistyo dalam wawancara di hadapan media menyampaikan bahwa peralatan ini murni di hibahkan kepada TNI AL, dan sistem kerja peralatan ini mempunyai sistem kerja secara sistematik antara air dan solar dengan hasil 100 % hasilnya solar. Dan apabila yang dihasilkan mempunyai masalah pihak kami akan mengasuransikan satu juta US, dan alat ini hanya dipakai untuk mesin diesel, serta rencana peralatan ini untuk pertam kalinya di Armatim sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai bahan bakar KRI.
Sebelum acara di mulai diadakan syukuran potong tumpeng oleh Mr. Yasuhiro Yamamoto yang diserahkan kepada Kepala Dinas Material Perbekalan (Kadismatbek) Koarmatim Kolonel Laut (T) Budiyono.Hadir dalam acara tersebut, Kadismatbek Koarmatim, Letkol Laut (KH/W) Uciek Darmayani yang sehari-harinya menjabat sebagai Pamen Slog Koarmatim, dan seluruh staf Eneco Holdings beserta undangan.
Dari Impor LNG Hingga Senjata F-16
F16 A/B/C/D TNI AU ★
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, sedang berkunjung ke Indonesia. Kunjungan kali ini membuahkan beberapa kerja sama senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 130 triliun.
Ada 11 kerja sama yang diteken, melibatkan beberapa perusahaan Negeri Paman Sam seperti Exxon Mobil, General Electric, dan raksasa penerbangan Lockheed Martin.
"Kerja sama ini mencerminkan semangat yang luar biasa dari perusahaan-perusahaan Amerika atas kesempatan bisnis yang ada di Indonesia," kata Pence dikutip dari AFP, Jumat (21/4/2017).
Exxon Mobil akan menjual LNG kepada Pertamina. General Electric akan menyediakan teknologi untuk pembangkit listrik di Indonesia. Sementara Lockheed Martin akan menyediakan sistem senjata mutakhir untuk pesawat tempur F-16.
Dalam kunjungannya ini Pence memang mendorong perusahaan-perusahaan AS supaya bisa bekerja sama dan berinvestasi di Indonesia.
Indonesia menjadi salah satu negara yang dibidik Donald Trump dalam memperbaiki neraca perdagangan AS. Sebab, saat ini AS mengalami defisit dalam perdagangan dengan RI.
Indonesia dengan 250 juta penduduknya memang menjadi pasar yang empuk bagi perusahaan asing. Sayangnya, berdagang dengan orang Indonesia tidak mudah sebab masih banyak masalah di dalam negeri.
Contohnya seperti birokrasi yang lambat, tingkat korupsi tinggi, hingga situasi politik yang tidak stabil. (ang/dnl)
Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso (tengah) saat memberikan keterangan usai pembukaan seminar CORSIA. [Tiko/ Hubud Kemenhub]
Pesawat-pesawat di Indonesia ditargetkan memakai biofuel yang dicampur dengan avtur. Hal ini untuk meminimalkan dampak emisi rumah kaca dari penerbangan.
Hal tersebut di sampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso seusai membuka seminar regional Carbon Off setting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) di Jakarta, hari ini, Senin (10/4/2017).
“Kami harapkan di akhir tahun sudah dipakai sekitar 2 persen saja dulu. Ini merupakan komitmen global kami untuk mengurangi perubahan iklim,” ujar Agus.
Selain terkait pesawat, Indonesia juga akan melakukan pengurangan emisi dengan melakukan beberapa hal lain. Yaitu :
♞Penyusunan kebijakan, prosedur, dan pengembangan SDM.
♞ Efisiensi prosedur operasional pesawat udara.
♞ Pemanfaatan bahan bakar terbarukan untuk pesawat udara dan energi terbarukan di bandar dengan target penggunaan bahan bakar ramah lingkungan sebesar 2% pada akhir tahun 2016.
♞ Penggunaan armada pesawat yang lebih baru dan ramah lingkungan.
♞ Peningkatan Air Traffic Management dengan Performance Based Navigation (PBN).
♞ Implementasi bandar udara ramah lingkungan.
♞ Penyiapan infrastruktur implementasi market-based measures.
Menurut Agus, Indonesia gembira atas penunjukan sebagai tuan rumah seminar regional ini. Karena hal tersebut berarti bahwa komitmen dan tindakan Indonesia dalam hal perlindungan lingkungan diakui oleh ICAO dan dunia internasional. Indonesia sudah mempunyai peta jalan (roadmap) untuk mereduksi emis udara dari dunia penerbangan.
“Sejak ditetapkan dalam ICAO Assembly Resolusi A37-19, Indonesia melalui Ditjen Perhubungan Udara mulai menyusun Indonesia Action Plans yang disampaikan ke ICAO tahun 2013. Sesuai rekomendasi ICAO di mana Action Plans harus di-update setiap 3 tahun, kami kembali menyampaikan update State Action Plans pada Juni 2015. Secara nasional, Indonesia Action Plans terus di-update setiap tahun untuk memonitor progres implementasi dari setiap upaya mitigasi,” ujarnya.
Agus menambahkan, saat ini Indonesia juga sedang melakukan up-date Action Plans dan berharap dapat segera disampaikan ke ICAO lagi. “Jadi kita punya kontribusi yang nyata untuk eliminasi emisi udara dari penerbangan,” ujarnya lagi.