Showing posts with label PINDAD. Show all posts
Showing posts with label PINDAD. Show all posts

MMWT Pindad Akan Menggantikan Tank Lama TNI AD

[FNSS/Bordobel]

PT Pindad terus menggenjot produk andalannya untuk memperluas ekspansi bisnis pertahanan. Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengungkapkan, target capaian Pindad tahun 2017 ini mencapai Rp. 3,9 triliun. Dengan target yang cukup besar tersebut, pihaknya semakin mengukur kualitas kemampuan produksi terutama untuk produk andalan yang diminati konsumen.

Kami akan terus meningkatkan produksi produk andalan kami seperti senjata SS2, kendaraan tempur, pistol combat, bahan peledak, hingga peralatan industrian,” ungkap Abraham di sela-sela perayaan HUT Pindad ke-34 mengusung tema ‘Membangun Pindad Incorporated Unggul’.

Lebih lanjut dia menerangkan pihaknya menyiapkan langkah khusus, sesuai arahan Presiden Jokowi, agar tidak hanya melihat pasar dalam negeri saja, namun juga melakukan ekspansi ke luar negeri. Terlebih, kata Abraham, permintaan asing terhadap senjata dan kendaraan buatan Pindad terus meningkat.

Menurutnya, selama ini produk Pindad dipakai oleh TNI sebanyak 70%, sedangkan sisanya merupakan produk industrial yang dipesan oleh asing. Dia mencontohkan misalkan saja memperluas ekspansi bisnisnya dalam produk industrial seperti pembuatan alat berat excavator. Hal itu sejalan dengan rencana pembangunan bisnis non alutsista pada 2017-2021 yang menitik beratkan pada ekspoitasi bisnis non alutsista, inovasi dengan teknologi mutakhir serta menjadi pemain global.

Dia pun menambahkan terus memantau besaran persentase dari pertumbuhan produk industrial dan hankam serta tantangan apa yang akan dihadapi oleh Pindad ke depan, khususnya dalam produk industrial. Abraham menyebutkan, jika pertumbuhannya spred the wing, hal ini tumbuh menjadi 40%. Namun bukan berarti bisnis pertahanan menjadi turun justru, tapi sebaliknya industri pertahanan juga harus naik. “Bicara (produk) industrial harus tumbuh sebesar 40-50%,” tegas Abraham.

Lebih jauh Dia menambahkan, berbicara mengenai excavator, maka hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi perusahaan. Pasalnya, jangan sampai perusahaan hanya bisa membuat namun tidak bisa menjual. “Kita lakukan terobosan di industrial agar bisa menjual produk ini, apalagi di tahun ini kontrak baru sudah ada lagi sehingga mudah- mudahan bisa lebih besar lagi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menuturkan, pihaknya terus meningkatkan presentase pemakaian produk Pindad. Diakuinya, produk Pindad semakin diberdayakan, lantaran sudah teruji. Hal ini salah satunya dilihat dari seringnya anggota TNI yang memenangkan kejuaraan internasional dengan memakai senjata buatan Pindad ini.

Yang paling kami andalkan rata-rata adalah senjata ringan. Semuanya kami pakai produk Pindad. Tak hanya itu kami juga memakai tank, panser, serta ke depannya kami pun akan mengganti seluruh tank kami dengan tank medium buatan Pindad,” kata Mulyono.

Diakuinya, masih ada produk Pindad yang memang belum bisa dipakai langsung oleh TNI AD. Akan tetapi pihaknya terus berkordinasi, agar mampu mengurangi ketergantungan produk dari luar negeri.

   sindonews  

6 BUMN Strategis Gelar Penjualan Bersama

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8qaO1-rqQ-4yOyYgkoCdnXG6pzsu4OYGKzJPVp_JCqkwP-lxbvO6JBW-P_gL5cVbHL5phnPGO9z9gE5T0ZJa-QHsWVkjApJ0wfXzQ-wKWf6GIWwgmGtzOAIvzJFOFgiWvRu80HQzIJUrD/s1600/16123862_Battallion+Raider+323.+Credit+to+Pen+Yonif+Raider+323..jpgIlustrasi produk BUMNIS [kostrad]

Sebanyak 6 BUMN Industri Strategis (BUMNIS) yang tergabung dalam "cluster" "National Defence and Hightech Industry" (NDHI) sepakat melakukan penjualan bersama produk melalui pameran yang digelar di Indonesia maupun di luar negeri.

Siaran pers BUMNIS yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu menyebutkan keenam BUMN tersebut adalah PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), serta PT Pindad (Persero).

Ketua Konsolidasi BUMNIS yang juga Sekretaris Perusahaan PT Dahana (Persero) Mamat Ruhimat mengatakan sinergi BUMNIS itu bagian dari peta jalan (roadmap) BUMN 2015-2019.

Dijadwalkan, cluster NDHI yang dibentuk pada 22 November 2015 ini akan berpartisipasi pada ajang "Indonesia and Business Development Expo" (IBD) dan "RiTech Expo 2017" pada Agustus dan September 2017.

Sebelumnya pada Juni 2017 di Tokyo, tiga BUMN NDHI, yaitu PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Pindad (Persero) serta PT PAL Indonesia dari cluster "National Shipbuilding and Heavy Industry" (NSHI) juga mengikuti pameran pada MAST Asia 2017.

"Konsolidasi ini tidak hanya menjadi ajang mengejar target penjualan, tapi juga untuk menggodok sejumlah kesepakatan untuk bersinergi dalam melakukan publikasi bersama," ujarnya.

Publikasi bersama juga telah dilakukan antara lain di media sosial Twitter, Facebook, Youtube, dan Instagram yang membawa bendera NDHI BUMN, dilanjutkan dengan launching website dan E-Bulletin NDHI pada IBD Expo.

Menurut Mamat, konsep publikasi ini sebagai jalan memperkokoh agenda sinergi BUMN, sekaligus menggali kompetensi masing-masing perusahaan.

"Target publikasi bersama ini memberikan peluang kolaborasi antar-BUMNIS atau partner BUMNIS lainnya. Apabila masyarakat ingin lebih tahu tentang NDHI kami persilahkan untuk dapat mengikuti atau follow media sosial NDHI," ujarnya.

   antara  

Ilustrasi MMWT FNSS-Pindad Terbaru

Modern Medium Weight Tank
  Beredar Ilustrasi Terbaru Medium Tank hasil kerjasama FNSS bersama Pindad. Terlihat perbedaan bentuk dari hasil ilustrasi pertama yang ditampilkan pada pameran Indo defence 2016 lalu.

Hasil pandang awam, turret dan hull tank, nampak perbedaan bentuk. Turret diyakini pada ilustrasi diatas menggunakan turret Cockerill XC-8 kaliber 105 mm, yang sama di gunakan Medium Tank CV90105 hasil kerjasama CMI defence dan BAE. [Bordobel]


Sedangkan penampilan pertama MMWT hasil kerjasama FNSS - Pindad pada pameran Indo Defence 2016. [FNSS]
http://www.cmigroupe.com/sites/default/files/article/CMI-Defence-Cockerill-105mm-CV90.jpg

Penampilan medium tank kerjasama CMI Defence bersama BAE menggunakan turret yang sama, dipilih militer Indonesia. [CMI Group]

  Garuda Militer  

PT Pindad Kejar Persaingan Produk Militer Dunia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAwUD8nk5ZEMFR6KgFCMDKNxPToU7Xz6JJs4fBM2kumd7R3S-2B3GoUy5RwCArPTMMN-zbSpnu1_9cq6hxjKHbp3AEEL_U_z2bIbCXf79S-X4spYr5DkBN3VI0Unt5rygDX-JkJKnojaT7/s1600/69EAOk+med+tank+FNSS.jpgIlustrasi terbaru penampakan medium tank FNSS

I
ndustri pertahanan PT Pindad (persero) sedang mengembangkan produksi medium tank, bekerjasama dengan perusahaan asal Turki, FNSS. Kendaraan ini diproyeksikan memiliki daya gempur yang luas, tahan terhadap senjata balistik, dan anti ancaman ranjau. Tank ini diharapkan bisa mengejar persaingan produk militer dunia.

Gambaran tersebut dilontarkan Direktur Utama PT Pindad, Abraham Morse, saat HUT PT Pindad di Jalan Kuaracondong, Bandung, Sabtu, 29 April 2017.

Disebutkan, pengembangan produksi tank kelas medium tersebut, merupalan salah satu peningkatan kemampuan produksi kendaraan lapis baja. Apalagi, PT Pindad selalu mengikuti dan menyesuaikan perkembangan kebutuhan zaman, termasuk produksi kendaraan lapis baja, yang kini dikembangkan pada produk tank kelas medium.

Soal produksi tank kelas medium tersebut, katanya, PT Pindad juga turut serta dalam tujuh program prioritas kementerian pemerintah.

Inovasi produk terus dikembangkan, di mana sejumlah produk kendaraan lapis baja produksi PT Pindad sudah mendapat kepercayaan dari organisasi dan ajang internasional, seperti Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mendukung misi perdamaian di Afrika, di Libanon, UNAMID di Sudan, dan MINUSCA.

Gambaran itu, katanya, menjadi prestasi khusus bagi PT Pindad karena kualitas produk-produknya sudah dapat disejajarkan dengan kelas dunia lainnya.

Sudah lebih dari 40 unit kendaraan tempur buatan PT Pindad yang mendukung pasukan Garuda Indonesia dalam mempertahankan perdamaian dunia
.

  Pikiran Rakyat  

[Video] Menguji Senapan SS-2 Buatan Pindad

Liputan CNN PT Pindad, sudah dikenal sebagai produsen persenjataan. Pabrik yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat ini, memproduksi berbagai jenis senapan, kendaraan tempur, hingga amunisi. Bukan produk murahan, kualitas senjata buatan PT Pindad sudah teruji dalam berbagai turnamen.

  ★ Youtube  

Pindad Kembangkan Teknologi Teleskop Khusus Sniper

https://ilhazi.files.wordpress.com/2016/09/59706-penembakrundukkopassusboytriks.jpg?w=700Ilustrasi senjata Pindad

PT Pindad (Persero) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) andalan untuk menciptakan alat-alat dan sistem pertahanan Indonesia. Terbaru, Pindad tengah menjajaki pengembangan teleskop khusus untuk Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senjata penembak jarak jauh.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengaku, rencana pengembangan ini ‎dilakukan karena dirinya kagum dengan percepatan perkembangan teknologi pertahanan di dunia, khususnya di Israel. Saat ini, Israel tengah mengembangkan teknologi teleskop yang mampu meningkatkan akurasi para penembak jitu.

"Jadi jarak 1-2 kilometer (km) secara kasat mata kita sudah pas, tapi kalau teleskop itu belum pas, senjata itu tidak bisa menembak. Jadi kalau sudah benar-benar pas, baru kena. Ini meningkatkan akurasi," kata Abraham saat berbincang dengan Liputan6.com seperti ditulis, Kamis (29/6/2017).

Melihat hal itu, Abraham bertekat untuk tidak mau kalah dengan apa yang dibuat oleh Israel. "Itu pengembangan teknologi baru yang tengah dilakukan di Israel. Kia lagi coba," tegasnya.

Tak hanya itu, teknologi canggih yang direncanakan Abraham untuk bisa dikembangkan Pindad adalah teknologi kamera tembus pandang.

Dijelaskan Abraham, teknologi ini terpasang di gawai sejenis i-Pad. Dalam penggunaannya, i-Pad ini hanya ditempelkan di sebuah dinding ruangan sisi luar. Hanya saja, di layar i-Pad tersebut terpampang gambar situasi yang ada di dalam ruangan di balik dinding tersebut.

"Saya melihat sendiri demonya waktu itu. Ini akan mendukung menangkap teroris, bagaimana menyelamatkan sandera oleh teroris‎," tegas dia.

  Liputan 6  

Pindad Tingkatkan Produksi Amunisi

Gandeng Investor Eropa TimurAmunisi PT Pindad

PT Pindad (Persero) akan meningkatkan kapasitas pabrik amunisinya yang ada di Turen, Malang.‎ Peningkatan kapasitas ini dalam rangka meningkatkan peran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan amunisi dalam negeri dan memperluas pasar ke dunia.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan peningkatan kapasitas ini juga sudah menjadi bagian dari rencana perusahaan dalam jangka menengah.

Ini kita akan mulai pada 2018 dan untuk melaksanakan itu kita datangkan investor dari luar negeri, tepatnya dari negara di Eropa Timur,” kata Abraham, Jumat (16/6/2017).

Dia mengaku dengan menggandeng investor luar negeri ini merupakan bentuk loncatan bagi perusahaan dalam mewujudkan cita-cita menjadi perusahaan terkemuka di Asia pada 2023.

Dipilihnya peningkatan kapasitas produksi amunisi lantaran saat ini Pindad belum mampu memenuhi semua kebutuhan amunisi TNI yang notabene menjadi pelanggan tetapnya.

Abraham menjelaskan, kebutuhan amunisi TNI sendiri setiap tahun mencapai 600 juta butir peluru. Namun kapasitas Pindad sendiri setiap tahunnya hanya mampu memproduksi 160 juta butir peluru.

Makanya kita akan tingkatkan produksinya. Nanti akan menjadi 290 juta butir peluru per tahunnya. Itu pun masih defisit,” kata dia.

Untuk investasinya sendiri, Abraham mengungkapkan akan memakan biaya mencapai Rp 400 miliar. Pindad tetap menjadi yang dominan, yaitu tetap di atas 50 persen.
 

  Liputan 6  

Peserta Workshop RTOMP LIPI Dari 8 Negara Kunjungi Pindad

PT Pindad (Persero) menerima kunjungan dari peserta Research Technology Organizations Management Program Workshop (RTOMP 2017) sebanyak 30 orang yang berasal dari 8 negara yaitu, Turki, India, Tiongkok, Korea, Bangladesh, Yordania, Indonesia dan Thailand pada 16 Mei 2017. Peserta dipimpin oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Agus Haryono, diterima oleh Ahli Utama Bidang HC, Yayat Ruyat.

Yayat Ruyat menyambut baik kunjungan peserta workshop yang digelar LIPI tersebut. Yayat pun menyampaikan beberapa pencapaian terbaru yang telah dilakukan, salah satunya yakni pembuatan medium tank hasil kerja sama dengan perusahaan asal Turki, FNSS. “Medium tank yang kita buat ini dipamerkan juga di pameran alat sistem pertahanan di Turki pada Mei 2017 ini,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut Agus mengatakan kunjungan ke Pindad adalah untuk mempelajari penerapan hasil riset di industri . “Pindad ini merupakan salah satu industri yang menerapkan hasil riset secara langsung, kedatangan kita untuk mempelajari tentang penerapan hasil riset, teknologi sekaligus manajemennya, kolaborasi kita salah satunya terkait polimer material,” ujarnya.

Kunjungan tersebut, sekaligus dalam upaya memperkuat kompetensi strategis para ilmuan dan peneliti untuk merangsang perkembangan inovasi dan teknologi pada lembaga litbang dan berbagi pengalaman sukses untuk mendorong adanya jaringan kerjasama antara negara berkembang terutama dalam inisiasi inovasi.

Usai dialog, para anggota rombongan mengunjungi fasilitas produksi Divisi Kendaraan Khusus, dan mengamati langsung proses produksi yang mendukung aktivitas perusahaan dalam memproduksi produk pertahanan.

RTOMP 2017 digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan World Association of Industrial and Technological Research Organizatios (WAITRO), Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) dan Himpunan Polimer Indonesia (HPI). (Bani)

  ★ BUMN  

Delegasi JSC Kementerian Pertahanan Jepang Kunjungi Pindad

imagePT Pindad (Persero) menerima kunjungan dari 30 orang delegasi Join Staff College (JSC) of The Japan Ministry of Defence (JMOD) pada 7 Juni 2017. Delegasi dipimpin oleh Wakil Komandan JSC JMOD Mayor Jendral Yukiya Yamakura, dan diterima oleh GM Kendaraan Khusus, Agus Edy.

Dalam sambutannya Yukiya Yamakura mengatakan kunjungannya ke Pindad merupakan yang pertama kali, dan pihaknya tertarik dengan yang telah dilakukan oleh Pindad. "Ini pertama kalinya kami datang ke perusahaan ini, saya sangat tertarik kepada Pindad, industri pertahanan yang dimiliki pemerintah Indoneisa, di Jepang belum ada indhan yang dimiliki pemerintah" ujarnya.

Menanggapi hal itu, Agus Edy menyambut baik para delegasi. Ada tiga hal yang disampaikan berkenaan dengan industri militer di Pindad. Menurut Agus ada tiga hal terkait perkembangan pindad hingga saat ini, pertama transfer teknologi (ToT), kedua, partner Pindad bukan hanya dari Indonesia saja tetapi juga luar negeri, ketiga, pindad terus berupaya mendukung pengembangan produk.

Agus menambahkan, selain memproduksi alat-alat pertahanan, Pindad juga bergerak di bidang produk komersial. Produk pertahanan memiliki fokus mendukung pemerintah melalui TNI dan POLRI, sementara komersial produk ditujukan untuk bisnis.

Kunjungan ditutup dengan mengunjungi ke fasilitas produksi PT Pindad (Persero) seperti Divisi Senjata dan Divisi Kendaraan Khusus.

  BUMN  

5 BUMN Ikuti Pameran Mast Asia 2017

✈ Di Tokyo PT Pindad (Persero) yang tergabung dalam klaster National Defence and High-Tech Industry (NDHI) Kementerian BUMN dalam paviliun Indonesia mengikuti pameran Maritime/Air Systems & Technologies for Defence, Security and Safety (MAST Asia) yang diselenggarakan pada 12-14 Juni 2017 di Tokyo, Jepang.

Kementerian BUMN hadir di MAST Asia diwakili oleh klaster NDHI & NSHI yang menampilkan berbagai mock up beserta poster produk. 5 BUMN yang hadir langsung yaitu PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Pal Indonesia, PT Len Industri dan PT Dahana. Adapun BUMN yang tidak hadir langsung diwakili oleh poster produk.

Partisipasi Indonesia dalam pameran teknologi sistem maritim dan udara ini untuk menunjukkan berbagai kemajuan teknologi, khususnya di bidang industri pertahanan yang tidak kalah dengan negara lain. Indonesia Bersama Jepang dan India merupakan wakil dari Asia yang mengikuti event ini.

Pindad menampilkan mock up dan poster produk maritim serta produk unggulannya seperti Anoa Amphibious yang dapat beroperasi di perairan dan darat, Anoa yang turut beroperasi dalam misi perdamaian internasional serta tank boat Antasena yang dilengkapi canon 105 mm dan memiliki daya hancur besar.

Produk lainnya yang ditampilkan antara lain, kendaraan lapis baja Badak yang dilengkapi canon 90 mm, prototype medium tank pengembangan Bersama dengan FNSS, senjata dan munisi yang telah memenangkan berbagai lomba tembak internasional, serta produk industrial seperti peralatan kapal laut, ekskavator, komponen transportasi dan alat mesin pertanian.

MAST Asia adalah event trade-show, konferensi pertahanan dan community enabler internasional terbesar di Jepang yang diikuti oleh industri pertahanan dari berbagai negara di dunia. Tahun depan akan diselenggarakan MAST Indo-Asia di India.

  Pindad  

PT Pindad Produksi Alat Mesin Pertanian

Berupa Tiga mesin pertanian modern Tiga mesin pertanian modern dipamerkan [aceh.net]

Sebanyak tiga alat mesin pertanian produksi PT Pindad (Persero) Bandung diperkenalkan pada Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-15, Sabtu 6 Mei 2017. Presiden RI Joko Widodo bahkan langsung meninjau acara yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh itu.

Dari informasi dikirimkan PT Pindad, diproduksinya ketiga alat mesin pertanian itu untuk mendukung kemandirian dan percepatan program ketahanan pangan pemerintah. Semua komponen untuk produk ini berasal dari dalam negeri dan diproduksi di Pindad kecuali engine, dan transmisi. Jika diberi kesempatan, maka seluruh komponen itu bisa diproduksi di dalam negeri.

Diharapkan, dengan diproduksinya ketiga alat mesin pertanian itu maka Indonesia tidak lagi mengimpor bahan pangan, tapi bisa berswasembada. Seperti diketahui, selama ini Indonesia masih mengimpor berbagai bahan pangan dari negara-negara lain.

 Ketiga alat mesin pertanian itu adalah:

★ Pengolah Tanah Amphibi, PA-1800. Alat ini memiliki fungsi mengolah tanah sekaligus mencacah sisa jerami padi, jagung, dan gulma serta mencampur dengan tanah, sehingga akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah.

★ Mesin panen, PP-160 untuk memanen jagung dan padi sekaligus memasukan hasil panen ke dalam karung.

★ Traktor Multiguna, PTM-90 sebagai loader untuk berbagai jenis material seperti tanah, batu, pasir atau puing bangunan dengan kapasitas yang cukup besar, sebagai ekskavator kecil yang dilengkapi fungsi drilling dan jack hammer untuk keperluan konstruksi, pertanian, serta pemeliharaan fasilitas akses jalan pedesaan.

Dalam memproduksi ketiga mesin itu, Pindad bersinergi dengan PT Bhirawa dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian.

Hajatan akbar Penas ini rutin dilaksanakan tiga tahun sekali, dikuti lebih dari dari 35.000 peserta yang terdiri dari perwakilan petani nelayan yang tergabung dalam KTNA dari semua provinsi di Indonesia, para pelaku usaha sektor pertanian, para pejabat lingkup pertanian baik pusat maupun daerah. ***


  ★ Pikiran Rakyat  

Senjata Dopper Pindad

✬ Tingkatkan Keselamatan Prajurit Senjata dopper Pindad

Pelaksanaan latihan dopper banyak dilakukan oleh militer di banyak negara, termasuk di Indonesia untuk menguji nyali prajuritnya. Hampir seluruh satuan TNI mewajibkan latihan ini kepada seluruh prajuritnya untuk menguji kemampuan meliputi uji keberanian, konsentrasi, ketahanan fisik, mental dan menumbuhkan kepercayaan diri. Salah satu hal banyak dilakukan pada dopper adalah latihan merayap pada simulasi medan perang, dengan ditembaki pada titik-titik tertentu dari atas oleh para pelatihnya.

Di Indonesia, selama ini senjata-senjata yang digunakan untuk keperluan dopper, umumnya produk generasi lawas dan sudah tidak diproduksi, seperti senapan otomatis Pindad SP-3 (kaliber 7.62mm x 51) dan senapan serbu AK-47 Rusia (kaliber 7,62 mm x 39) yang menggunakan peluru tajam. Karena karakteristiknya tersebut, membuat latihan dopper masih sering dianggap berbahaya, dan berisiko atas keselamatan prajurit. Dengan munculnya senjata dopper produksi Pindad ini diharapkan pengguna, yaitu TNI tidak perlu lagi menggunakan senapan SP-3.

Salah satu lokasi latihan dopper di Indonesia, adalah di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, di mana selaku industri pertahanan nasional, Pindad pun sering diundang oleh TNI untuk menyaksikan latihan tersebut. Kehadiran para personel Pindad adalah untuk memperbaiki berbagai senjata yang rusak karena latihan.

Dari latar belakang kondisi tersebut, Pindad sesuai kapabilitasnya membantu membuat senjata untuk latihan dopper TNI. Hasilnya, saat ini sudah diproduksi senjata khusus untuk keperluan dopper, yang merupakan kerjasama Pindad dengan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD).

Senjata khusus dopper tersebut, walau belum memiliki nama produk, memiliki karakteristik lebih akurat dan lebih menjamin aspek keselamatan dibandingkan dengan yang selama ini digunakan. Namun senjata khusus dopper produksi Pindad ini tetap sesuai keperluannya, yaitu memiliki suara letusan yang keras sesuai kebutuhan latihan dopper untuk menguji fisik dan mental.

Senjata dopper buatan Pindad ini menggunakan sistem operasi gas operated. Namun, pengaturan model tembakannya hanya semi otomatis (tembakan satu per satu beruntun) dan tidak ada penembakan otomatis. Dari sosoknya, senjata dopper produksi Pindad ini memiliki keunggulan lain, yaitu desain modern dan ergonomis untuk mendukung karakter produk yang memiliki keakuratan tinggi.

Pada awalnya di tahun 2014, senjata dopper yang diproduksi Pindad dicoba menggunakan kaliber 7,62 mm Sabhara (7,62mm x 45), yaitu MU-11yang memiliki tekanan rendah. Untuk basic senjatanya menggunakan desain senapan serbu SS2. Namun dari produksi awal tersebut, sosok senjata baru dopper itu, oleh pengguna ternyata tekanan tembakannya dianggap terlalu ringan dan suaranya kurang keras. Perbaikan dan penyempurnaan pun dilakukan kembali, sehingga muncul senjata dopper buatan Pindad yang sekarang. Secara desainnya masih mirip awal, namun bagian ekoran dan rumah mekanik dibesarkan.

Senjata khusus latihan dopper produksi Pindad ini diluncurkan sejak tahun 2016. Produk ini merupakan jawaban yang diharapkan mampu meningkatkan keamanan bagi para prajurit dalam melakukan latihan. Dopper produksi Pindad ini pun sudah disertifikasi pada tahun 2016.

 Peluru Khusus Dopper 
dopper1Selain senjata jenis baru, Pindad juga mengembangkan peluru jenis khusus untuk digunakan dalam latihan dopper, yaitu kaliber 7,62mm x 51 dengan menggunakan proyektil khusus jenis parabolic, seperti yang digunakan Sabhara Polri.

Dari penggunaan amunisi, senjata khusus dopper ini juga menyesuaikan dengan ide awalnya, yaitu harus aman. Proyektil amunisi yang ditembakan menggunakan 7,62 mm jenis parabolic dimana saat menancap ke tanah tidak pecah dan tidak memantul. Begitu pula kebutuhan tekanan gas, yang ketika menancap ke tanah harus tidak memantul lagi atau tidak tumbling. Pada karakter amunisi ini, yang diperhatikan adalah kecepatan dan kemampuan isian dorongnya.

Berangkat dari kebutuhan itu, penggunaan amunisi senjata khusus sabhara 7,62 mm parabolic itu ternyata bagus namun dari suaranya kurang keras. Sesuai karakternya, untuk menambah suara letusan amunisi, isian dorong dan tekanan pun harus dinaikan lagi. Pilihan pun kemudian berubah menjadi menggunakan kaliber 7,62 mm dengan menggunakan proyektil dengan panjang 51mm. Maka, lahirlah senjata khusus dopper berikut jenis amunisi yang kini diperkenalkan Pindad ini. Jika mengenai manusia, peluru khusus 7,62mm x 51 parabolic pada senjata dopper produksi Pindad ini tidak mematikan karena bentuk ujung proyektil peluru ini didesain tidak runcing, namun tetap memiliki akurasi tinggi. Tembakan peluru khusus tersebut pun sudah dirancang, jika terkena air dan tanah lembek, muncratannya akan tinggi untuk menguji mental prajurit. Walau ujung pelurunya tidak lancip, akan menembus kedalam tanah dan tidak memantul.

Senjata dopper produksi Pindad ini sebenarnya dapat menggunakan pula jenis peluru yang beragam, sehingga kemampuan jarak tembaknya pun berlainan tergantung amunisi yang digunakan. Dengan kelebihan itu, senjata dopper ini bukan hanya berfungsi untuk keperluan latihan dopper, tetapi juga dapat digunakan untuk pertempuran sebenarnya sesuai kebutuhan medan.

Jika menggunakan amunisi parabolic, senjata ini mampu menyasar jarak efektif 300 meter (sebagai gambaran, untuk latihan dopper biasanya pada jarak sekitar 100-200 meter). Lain halnya jika menggunakan amunisi tajam, senjata dopper memiliki jarak efektif mencapai 1 kilometer. Walau ditujukan untuk mendukung latihan, namun senjata dopper buatan Pindad ini sebenarnya dapat digunakan untuk medan perang sesungguhnya. Karena penggunaannya dipasang pada suatu platform, senjata dopper produksi Pindad ini dari beratnya tidak terlalu diperhitungkan.

 Potensi Pasar 
dopper2Khusus untuk pangsa militer Indonesia sendiri, senjata dopper buatan Pindad ini diproduksi untuk mengikuti kebutuhan prajurit lnfanteri dan unit latihan dopper. Dopper buatan Pindad akan memenuhi kebutuhan semua angkatan di TNI, baik Angkatan Darat, Laut, dan Udara yang memiliki unit latihan dopper.

Kedepannya senjata khusus dopper produksi Pindad ini diharapkan dapat menangkap potensi kebutuhan negara-negara tetangga yang meminati senapan latihan ini. Diproduksinya senjata dopper dan munisinya oleh Pindad merupakan langkah yang tepat karena industri senjata yang khusus memproduksi senjata dan munisi jenis ini belum ada.

Senjata dopper juga telah diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Sutrimo kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu dalam acara penyerahan 15 produk First Article (FA) Program Pengembangan Teknologi lndustri Pertahanan (Bangtekindhan) TA. 2016 yang dilaksanakan di Kementerian Pertahanan pada tanggal 14 Februari 2016. (sumber: pindad update edisi 11 April 2017)

  ⚓ TNI AD  

Produk Pindad Kembali Kibarkan Nama Indonesia

Di Ajang Internasional AASAM 2017Tim penembak TNI AD [Fb AASAM 2017]

Lagi-lagi produk PT Pindad kembali dipakai TNI AD dalam ajang AASAM 2017 di Australia. Hingga pelaksanaannya kini, sedikitnya sudah 28 medali emas yang ditorehkan oleh TNI AD.

Menurut Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, TNI AD menggunakan senjata buatan Pindad SS2V1 yang memiliki jangkauan efektif 500 meter dengan heavy barrel 5,56 mm dalam kompetisi tersebut. Tak hanya itu, keberhasilan TNI AD dalam ajang itu pun disokong oleh produk Pindad lainnya seperti Pistol G2 Elite yang memiliki jarak tembak efektif 25 meter dengan amunisi berkaliber 9 mm.

"Senjata SS2 ini merupakan produk varian Pindad yang diunggulkan. Kami bangga, produk buatan kami bisa menyokong TNI AD dalam memenangkan banyak medali emas dalam kompetisi bergengsi tersebut," ujarnya saat dihubungi SINDO, Sabtu (27/5/2017).

Semakin banyaknya produk Pindad diunggulkan oleh TNI AD, kata Abraham, sangat berpengaruh besar terhadap pemesanan produk Pindad tersendiri. Hal ini terbukti, sejak diluncurkannya senjata seri SS2 ini pihaknya telah mengirim sedikitnya 75.000 pucuk senjata setiap tahun pada TNI AD.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnQTWU-IeKWx8GbHuCIqD_LSl5cEpYm8HfddX29Q_38omOBbnQ1u91H5UD-wkh6tUFrhhAJ48-mAeex-IDW4aXD4L9eN_A0EZ1HdCkxeYGoSkkiRmLGFnl8zIR-r7OFdhkiDS2mTlIDJ04/s1600/aasam1.jpgPasaran produk Pindad pun tak hanya berjaya di negeri sendiri. Negara tetangga seperti Philipina, Myanmar hingga beberapa negara di Timur Tengah sudah melirik dan bahkan memesan produk Pindad, khususnya amunisi. Meski diakui Abraham kapasitas pabrik Pindad belum mumpuni untuk memenuhi semua pesanan, akan tetapi pihaknya terus melakukan yang terbaik.

"Kapasitas pabrik kami sejauh ini baru 120 juta butir amunisi per tahun. Namun, saat ini kami sedang investasi mesin baru di Turen, Malang, yang mudah-mudahan bisa membuat kapasitas produksi amunisi kami naik menjadi 300 juta butir per tahunnya," jelas Abraham.

Dengan semakin diakuinya produk Pindad, hal ini berkat inovasi yang terus dilakukan. Abraham menambahkan, pihaknya menargetkan setiap tahun ada dua produk inovatif yang dihasilkan. Sejak 2016 hingga 2017, sedikitnya sudah ada tujuh produk inovatif yang dibuat Pindad. Bahkan ketujuh produk tersebut tengah diuji oleh Litbang TNI AD.

https://lancercell.files.wordpress.com/2017/05/aasam-2017-9-kostrad.jpg?w=672&h=372&crop=1Salah satu produk teranyar Pindad yang mencolok perhatian dunia yakni dengan dirilisnya Medium Tank buatan Pindad hasil kolaborasi dengan Turki. Hal ini cukup membanggakan, mengingat produk ini adalah produk pertama yang selesai, dari program nasional yang ditargetkan pemerintah pusat.

"Produk ini sudah dipamerkan di Turki. Kita buat dua prototipe, satu prototipe dipamerkan di Turki dan satu lagi akan kita launching pada 5 Oktober 2017 mendatang, bertepatan dengan HUT TNI AD. Kita patut berbangga, karena Medium Tank buatan Pindad ini merupakan medium tank pertama di dunia khususnya di kelas Medium Tank," tandasnya. (kri)

  Sindonews  

Medium Tank Baru Buatan RI dan Turki

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5nf_9Gb0fkcxQ9zGYRCfSmBKP8adpNiyke5tMPT5XoKoRIhfkejo-SkZYCdS0HFvusL6BWL30q8Iim3WkQK8NsodwsX3pOEog0kBfLkAyYWkI5VTyNiszcxuNXrntHivbVeT6GZUNUGxg/s1600/2058574_20170510032351kot.jpg✈️ Medium Tank [FNSS]

Medium tank buatan PT Pindad (Persero) dan perusahaan asal Turki FNSS hadir dalam pameran internasional IDEF International Defence Industry Fair 2017 di Turki 9-12 Mei lalu. Pindad dan FNSS membuat prototipe medium tank dengan skema project development.

Kehadiran medium tank buatan Pindad dan FNSS di IDEF 2017 merupakan kali pertamanya dikenalkan ke publik.

"Itu memang pengenalan pertamanya medium tank. Jadi semacam launching pertama medium tank kita di sana (Turki) duluan," jelas Kepala Program Pengembangan Medium Tank Pindad, Windhu Paramarta, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Kerja sama pengembangan medium tank antara Pindad dan FNSS akan menghasilkan dua prototipe kendaraan perang. Medium tank yang dipamerkan di Turki merupakan prototipe pertama medium tank kolaborasi kedua negara.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN7MUdfwFCkCEySSUcRsT4RFr6ReBGb_z3Gr8F3fp_Ym6UgXZbgNeO3djb-aELf6v4G_jXBXLhMKj99X95WYrSvhBzgxLM-z1qpCDiwPqMq0MOkzh43lGsLZNP0mPhkZ3QdqAb8kmdmPk6/s1600/361786.jpgMedium tank [FNSS]

"Pertama kita bikin bareng sama FNSS untuk verifikasi dan uji coba internal," ujar Windhu.

Untuk prototipe kedua, lanjut Windhu, tengah dibuat di Bandung dan tengah memasuki tahap pembuatan badan tank. Prototipe medium tank pertama akan disimpan di Turki menjadi milik FNSS, dan prototipe medium tank kedua akan menjadi milik Pindad.

"Jadi yang pertama Pindad bikin sama FNSS, yang kedua kita bikin sendiri," tutur Windhu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWmrKsklAHofcV4oDCKT3g6IK-_CPgOzI-T2rqzz9w_xhVRGAhtbGOROcnQX8h47-3jZdV1mVKWXXTTYVuUR3EVu4Ys8OoUu2bFMuQ_8P7yFNB7wzIT3aY-h1RTsRbFvlslm2HM03EwUju/s1600/C_ZQUuxXYAEpSpo+sweeneygov.jpgMMWT [sweeneygov]

Pembuatan medium tank kolaborasi antara Pindad dan FNSS terbilang sangat cepat. Pasalnya, hanya dibutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun untuk melihat bentuk utuh dari medium tank tersebut.

"Turki pembuatan di 2015 mulai inisiasi mereka 2015 inisiasi itu November, Desember planning. Perancangan Februari 2016 itu mulai rancangan, kalau mulai pembuatan akhir 2016 selesai April. Ini satu tahun setengah sudah jadi," kata Windhu. (wdl/wdl)

  ✈️ detik