Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts

MMWT Pindad Akan Menggantikan Tank Lama TNI AD

[FNSS/Bordobel] ●

PT Pindad terus menggenjot produk andalannya untuk memperluas ekspansi bisnis pertahanan. Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengungkapkan, target capaian Pindad tahun 2017 ini mencapai Rp. 3,9 triliun. Dengan target yang cukup besar tersebut, pihaknya semakin mengukur kualitas kemampuan produksi terutama untuk produk andalan yang diminati konsumen.

“Kami akan terus meningkatkan produksi produk andalan kami seperti senjata SS2, kendaraan tempur, pistol combat, bahan peledak, hingga peralatan industrian,” ungkap Abraham di sela-sela perayaan HUT Pindad ke-34 mengusung tema ‘Membangun Pindad Incorporated Unggul’.

Lebih lanjut dia menerangkan pihaknya menyiapkan langkah khusus, sesuai arahan Presiden Jokowi, agar tidak hanya melihat pasar dalam negeri saja, namun juga melakukan ekspansi ke luar negeri. Terlebih, kata Abraham, permintaan asing terhadap senjata dan kendaraan buatan Pindad terus meningkat.

Menurutnya, selama ini produk Pindad dipakai oleh TNI sebanyak 70%, sedangkan sisanya merupakan produk industrial yang dipesan oleh asing. Dia mencontohkan misalkan saja memperluas ekspansi bisnisnya dalam produk industrial seperti pembuatan alat berat excavator. Hal itu sejalan dengan rencana pembangunan bisnis non alutsista pada 2017-2021 yang menitik beratkan pada ekspoitasi bisnis non alutsista, inovasi dengan teknologi mutakhir serta menjadi pemain global.

Dia pun menambahkan terus memantau besaran persentase dari pertumbuhan produk industrial dan hankam serta tantangan apa yang akan dihadapi oleh Pindad ke depan, khususnya dalam produk industrial. Abraham menyebutkan, jika pertumbuhannya spred the wing, hal ini tumbuh menjadi 40%. Namun bukan berarti bisnis pertahanan menjadi turun justru, tapi sebaliknya industri pertahanan juga harus naik. “Bicara (produk) industrial harus tumbuh sebesar 40-50%,” tegas Abraham.

Lebih jauh Dia menambahkan, berbicara mengenai excavator, maka hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi perusahaan. Pasalnya, jangan sampai perusahaan hanya bisa membuat namun tidak bisa menjual. “Kita lakukan terobosan di industrial agar bisa menjual produk ini, apalagi di tahun ini kontrak baru sudah ada lagi sehingga mudah- mudahan bisa lebih besar lagi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menuturkan, pihaknya terus meningkatkan presentase pemakaian produk Pindad. Diakuinya, produk Pindad semakin diberdayakan, lantaran sudah teruji. Hal ini salah satunya dilihat dari seringnya anggota TNI yang memenangkan kejuaraan internasional dengan memakai senjata buatan Pindad ini.

“Yang paling kami andalkan rata-rata adalah senjata ringan. Semuanya kami pakai produk Pindad. Tak hanya itu kami juga memakai tank, panser, serta ke depannya kami pun akan mengganti seluruh tank kami dengan tank medium buatan Pindad,” kata Mulyono.

Diakuinya, masih ada produk Pindad yang memang belum bisa dipakai langsung oleh TNI AD. Akan tetapi pihaknya terus berkordinasi, agar mampu mengurangi ketergantungan produk dari luar negeri.

  ★ sindonews  

6 BUMN Strategis Gelar Penjualan Bersama

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8qaO1-rqQ-4yOyYgkoCdnXG6pzsu4OYGKzJPVp_JCqkwP-lxbvO6JBW-P_gL5cVbHL5phnPGO9z9gE5T0ZJa-QHsWVkjApJ0wfXzQ-wKWf6GIWwgmGtzOAIvzJFOFgiWvRu80HQzIJUrD/s1600/16123862_Battallion+Raider+323.+Credit+to+Pen+Yonif+Raider+323..jpgIlustrasi produk BUMNIS [kostrad] ●

Sebanyak 6 BUMN Industri Strategis (BUMNIS) yang tergabung dalam "cluster" "National Defence and Hightech Industry" (NDHI) sepakat melakukan penjualan bersama produk melalui pameran yang digelar di Indonesia maupun di luar negeri.

Siaran pers BUMNIS yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu menyebutkan keenam BUMN tersebut adalah PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), serta PT Pindad (Persero).

Ketua Konsolidasi BUMNIS yang juga Sekretaris Perusahaan PT Dahana (Persero) Mamat Ruhimat mengatakan sinergi BUMNIS itu bagian dari peta jalan (roadmap) BUMN 2015-2019.

Dijadwalkan, cluster NDHI yang dibentuk pada 22 November 2015 ini akan berpartisipasi pada ajang "Indonesia and Business Development Expo" (IBD) dan "RiTech Expo 2017" pada Agustus dan September 2017.

Sebelumnya pada Juni 2017 di Tokyo, tiga BUMN NDHI, yaitu PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Pindad (Persero) serta PT PAL Indonesia dari cluster "National Shipbuilding and Heavy Industry" (NSHI) juga mengikuti pameran pada MAST Asia 2017.

"Konsolidasi ini tidak hanya menjadi ajang mengejar target penjualan, tapi juga untuk menggodok sejumlah kesepakatan untuk bersinergi dalam melakukan publikasi bersama," ujarnya.

Publikasi bersama juga telah dilakukan antara lain di media sosial Twitter, Facebook, Youtube, dan Instagram yang membawa bendera NDHI BUMN, dilanjutkan dengan launching website dan E-Bulletin NDHI pada IBD Expo.

Menurut Mamat, konsep publikasi ini sebagai jalan memperkokoh agenda sinergi BUMN, sekaligus menggali kompetensi masing-masing perusahaan.

"Target publikasi bersama ini memberikan peluang kolaborasi antar-BUMNIS atau partner BUMNIS lainnya. Apabila masyarakat ingin lebih tahu tentang NDHI kami persilahkan untuk dapat mengikuti atau follow media sosial NDHI," ujarnya.

  ★ antara  

Ilustrasi MMWT FNSS-Pindad Terbaru

Modern Medium Weight Tank
  Beredar Ilustrasi Terbaru Medium Tank hasil kerjasama FNSS bersama Pindad. Terlihat perbedaan bentuk dari hasil ilustrasi pertama yang ditampilkan pada pameran Indo defence 2016 lalu.

Hasil pandang awam, turret dan hull tank, nampak perbedaan bentuk. Turret diyakini pada ilustrasi diatas menggunakan turret Cockerill XC-8 kaliber 105 mm, yang sama di gunakan Medium Tank CV90105 hasil kerjasama CMI defence dan BAE. [Bordobel]


Sedangkan penampilan pertama MMWT hasil kerjasama FNSS - Pindad pada pameran Indo Defence 2016. [FNSS]
http://www.cmigroupe.com/sites/default/files/article/CMI-Defence-Cockerill-105mm-CV90.jpg

Penampilan medium tank kerjasama CMI Defence bersama BAE menggunakan turret yang sama, dipilih militer Indonesia. [CMI Group]

  ♞ Garuda Militer  

Mobnas Komodo Mejeng di IIMS 2017

KDX250 https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2017/05/01/6b014016-ceac-45c3-8255-58eda0a1ff9d.jpg?w=780&q=90KDX 250 [Rangga Rahadiansyah] ☆

Produsen mobil asal Cimahi, Jawa Barat, PT Fin Komodo Teknologi ingin lebih dikenal masyarakat Indonesia melalui pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017. Menempati hall C di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Fin Komodo menghadirkan mobil barunya.

Presiden Direktur PT Fin Komodo Teknologi, Ibnu Susilo mengatakan, pihaknya baru saja mengembangkan varian terbaru dari Fin Komodo. Ibnu mengklaim, mobil nasional yang dinamakan Fin Komodo KD 250 X ini memiliki kabin yang lebih lega.

"Ini menjadi varian baru, makanya kita sebut KD250X, new generation. Perubahan di frame. Ini dibuat lebih lega kabinnya. Lalu interior dasbor berubah semuanya. Bentuk eksteriornya lebih macho dan futuristik. Di belakang juga kita ada perubahan, yang tadinya lampu rem di atas, kita taruh di bawah. Lalu fender juga berubah," kata Ibnu saat berbincang dengan detikOto di booth Fin Komodo di arena IIMS 2017, JI Expo, Kemayoran, Jakarta.
http://www.finkomodo.com/images/423689_4532708924598_697871916_n.jpgMobil ini mengambil basis dari model Intai Tempur, yakni mobil militer buatan Fin Komodo. Ibnu menyebut, mobil militer buatannya banyak yang berminat.

"Tapi, (Intai Tempur) itu kan enggak bisa dijual untuk umum. Makanya ini kita bikin yang versi sipil ini. Spesifikasinya hampir sama. Tapi ada pembedanya, yang ini yang versi sipilnya lah," kata Ibnu.

Mobil ini dijual dengan harga Rp 99 juta. Kata Ibnu, khusus di pameran IIMS 2017, pihaknya memberikan diskon Rp 5 juta untuk semua varian Fin Komodo.

"Display Fin Komodo KD 250 X ini sudah dibeli orang. Dia kayaknya untuk hobi," kata Ibnu. (rgr/ddn)

  ★ detik  

PT Pindad Kejar Persaingan Produk Militer Dunia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAwUD8nk5ZEMFR6KgFCMDKNxPToU7Xz6JJs4fBM2kumd7R3S-2B3GoUy5RwCArPTMMN-zbSpnu1_9cq6hxjKHbp3AEEL_U_z2bIbCXf79S-X4spYr5DkBN3VI0Unt5rygDX-JkJKnojaT7/s1600/69EAOk+med+tank+FNSS.jpgIlustrasi terbaru penampakan medium tank FNSS ☆

I
ndustri pertahanan PT Pindad (persero) sedang mengembangkan produksi medium tank, bekerjasama dengan perusahaan asal Turki, FNSS. Kendaraan ini diproyeksikan memiliki daya gempur yang luas, tahan terhadap senjata balistik, dan anti ancaman ranjau. Tank ini diharapkan bisa mengejar persaingan produk militer dunia.

Gambaran tersebut dilontarkan Direktur Utama PT Pindad, Abraham Morse, saat HUT PT Pindad di Jalan Kuaracondong, Bandung, Sabtu, 29 April 2017.

Disebutkan, pengembangan produksi tank kelas medium tersebut, merupalan salah satu peningkatan kemampuan produksi kendaraan lapis baja. Apalagi, PT Pindad selalu mengikuti dan menyesuaikan perkembangan kebutuhan zaman, termasuk produksi kendaraan lapis baja, yang kini dikembangkan pada produk tank kelas medium.

Soal produksi tank kelas medium tersebut, katanya, PT Pindad juga turut serta dalam tujuh program prioritas kementerian pemerintah.

Inovasi produk terus dikembangkan, di mana sejumlah produk kendaraan lapis baja produksi PT Pindad sudah mendapat kepercayaan dari organisasi dan ajang internasional, seperti Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mendukung misi perdamaian di Afrika, di Libanon, UNAMID di Sudan, dan MINUSCA.

Gambaran itu, katanya, menjadi prestasi khusus bagi PT Pindad karena kualitas produk-produknya sudah dapat disejajarkan dengan kelas dunia lainnya.

Sudah lebih dari 40 unit kendaraan tempur buatan PT Pindad yang mendukung pasukan Garuda Indonesia dalam mempertahankan perdamaian dunia
.

  ♖ Pikiran Rakyat  

[Video] Melihat Kapal SSV Pesanan Kedua Filipina

BRP 602 Davao Del Sur [Gombal Jaya]

K
apal SSV ini merupakan kapal hasil inovasi dari produksi Kapal sebelumnya, Kapal Landing Platform Dock (LPD) alih teknologi dengan Korea. 2 unit kapal LPD ini banyak digunakan pada Operasi Militer dan kemanusian tingkat Internasional dan telah diakui kemampuannya, seperti Penyelamat MV Kudus di Somalia dan Pencarian Korban Air Asia QZ 8501.

Kehandalan dan kapabilitas kapal produksi Insan PAL Indonesia melalui hasil inspeksi dan pengecekan kualitas yang ketat dari Tim Kualitas dan Tim Klas Llyod Register serta Tim Representasi Pemilik Kapal.

Disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryaccudu, Indonesia patut berbangga karena pelepasan SSV #2 merupakan momen bersejarah bagi kedua negara. Hubungan antar kedua negara selama ini telah terjalin secara baik berdasarkan rasa saling percaya. Kepercayaan ini diwujudkan Filipina dengan menunjuk PT PAL dalam pembuatan kapal perang. Sekaligus membantu perekonomian negara. [Bisnis Surabaya]

 Berikut Video liputan NETtv & Antaranews : 


  ✈ Youtube  

TNI AU Gandeng Kemenhub untuk Integrasikan Radar

Perusahaan swasta nasional dalam bidang elektronika dan sistem informasi PT Infoglobal dilibatkan dalam proyek integrasi radar militer dan sipil tersebut [Infoglobal] ★
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menyatakan TNI AU akan menambah radar miliknya yang saat ini berjumlah 20 radar menjadi 32 buah. Selain itu TNI AU juga akan mengintegrasikan radarnya dengan radar milik Kemenhub.

“(TNI AU) juga akan melengkapi radar Lanud yang saat ini ada 20 dan ke depan akan ditambah 6 dan 6 lagi (12 buah). Total yang akan kita miliki ada 32 radar,” ujar Hadi usai meresmikan Monumen F-5 E/F Tiger II di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Selasa (25/4/2017).

Angka 32 radar, kata Hadi, masih merupakan jumlah basic minimun force dan dinilai belum ideal. Sedangkan jumlah idealnya lebih dari itu. Untuk mengatasi persoalan itu, saat ini TNI AU telah bekerjasama dengan Kemenhub untuk melakukan integrasi radar.

“Kita sedang bekerjasama dengan Kemenhub untuk menggunakan radar-radar mereka sehingga bisa kita integrated dengan radar yang kita miliki,” kata Hadi.

Pada awal tahun yang lalu, dalam Rapim TNI AU di Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, (24/1), Hadi sempat menjelaskan 12 radar baru ini akan ditempatkan di daerah yang rawan pelanggaran. Selain itu, radar tersebut akan ditempatkan di daerah yang belum terjangkau.

“Sehingga jika ada pelanggaran, maka bisa kita deteksi. Radar itu akan digelar di mana saja, di Kupang, di Pontianak, di dekat Ambon, kemudian bagian Sumatera, jadi mana tempat yang bolong kita tempatkan radar itu,” tutur Hadi saat itu.

  ♞ detik  

[Video] Menguji Senapan SS-2 Buatan Pindad

Liputan CNN PT Pindad, sudah dikenal sebagai produsen persenjataan. Pabrik yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat ini, memproduksi berbagai jenis senapan, kendaraan tempur, hingga amunisi. Bukan produk murahan, kualitas senjata buatan PT Pindad sudah teruji dalam berbagai turnamen.

  ★ Youtube  

Kisah Heroik Penerbang TNI AU

✈ Selamatkan Sukhoi ✈ Pesawat tempur Su-30Mk2 TS-3009 [TNI AU]

Penerbang TNI Angkatan Udara, Letkol Pnb Anton Palaguna dan Lettu Pnb Ahmad Finandika berhasil menyelamatkan diri bersama Sukhoi-30 MK setelah salah satu mesin pesawatnya mendadak bermasalah karena ditabrak seekor burung.

Penerbang dari Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin Makassar itu mengalami kejadian tersebut pada saat gladi bersih HUT TNI AU, 7 April 2017 lalu di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Anton menjelaskan, kejadian itu dialaminya pada saat Sukhoi yang dibawanya itu berada di ketinggian 700-800 kaki. Menurutnya, mesin sebelah kiri ditabrak burung, setelah Sukhoi yang dibawanya itu baru saja melakukan take off.

"Kami take off dengan benar, yaitu dengan daya dorong yang maksimum, tapi pada saat kami sudah melaksanakan clean konfiguration, tiba-tiba di ketinggian kurang lebih 700-800 feet, ada sesuatu yang menabrak kami," kata Anton di Mabesau Cilangkap, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Setelah mengetahui mesin sebelah kiri Sukhoi itu mengalami masalah, Anton kemudian meminta Ahmad yang berada di belakangnya untuk mengecek keadaan. Ternyata, mesin itu sudah mengalami ledakan api sebanyak lima kali.

Anton kemudian segera mengambil tindakan untuk menghindari resiko besar yang bakal terjadi. Dia memutuskan, untuk mematikan mesin sebelah kiri sambil mempertahankan yang kanan untuk menyelamatkan diri dan pesawat yang dibawanya.
Penyerahan sertifikat Well Done oleh KSAU [Angkasa]

"Karena kalau kami tidak mematikan engine itu, maka pesawat ini akan meledak. Kami matikan," ujarnya.

Anton menegaskan, bisa saja keduanya melakukan penyelamatan diri dengan keluar melalui kursi lontar dari pesawat tersebut. Namun apabila itu dilakukan, katanya, maka Sukhoi-30 yang merupakan alutsista milik TNI AU dan juga masyarakat yang ada di sekitarnya akan mengalami bahaya.

Anton kemudian memutuskan untuk tetap melakukan landing dengan satu mesin sebelah kanan. Ia mencoba mengurangi bahan bakar dengan memutar-mutar dulu untuk memudahkan mendarat.

"Ini sulit, karena biasanya pada saat landing pilot akan mengurangi power, tapi kita harus dengan full power," ungkap dia.

Keberhasilan kedua perwira TNI AU itu kemudian mendapatkan apresiasi dari Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Keduanya langsung diberikan 'Penghargaan Welldone' atas tindakan berani dan tepat yang dilakukannya tersebut.

"Semoga penghargaan ini dapat memberikan motivasi yang baik bagi seluruh personel TNI AU," kata Hadi.

  ✈ Rilis  

Sistem Kontrol Pemkot Makassar

Gubernur Sumsel Terpukau image[M Nur Abdurrahman/detikcom] ★

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan rombongannya menyambangi kantor Balai Kota Makassar untuk melihat mempelajari sistem pengawasan kota pada control room Pemkot Makassar.

Alex didampingi oleh Wali Kota Palembang Harnojoyo, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya Brigjen Marga Taufiq. Mereka yang disambut langsung oleh Wali Kota Makassar Ramdhan "Danny" Pomanto bersama jajarannya pada Rabu (3/5/2017).

"Kota Makassar luar biasa. Tidak ada kota lainnya di Indonesia yang memiliki sistem platform (control room) selengkap ini," ujar Alex.

Alex merasa terpukau akan kecanggihan teknologi sistem pengintaian sudut-sudut kota yang memiliki banyak fungsi strategis dalam proses pengawasan kota, seperti pengamatan arus lalu lintas, pengamatan potensi-potensi keamanan kota serta dapat bersinergi dengan aparat kepolisian bilamana dibutuhkan data rekaman peristiwa tiap sudut kota.

Alex mengaku akan mereplikasi sistem serupa untuk dimanfaatkan di Sumatera Selatan. Alex juga menginstruksikan jajaran provinsi, kabupaten, dan kota di Sumatera Selatan datang ke Makassar belajar bagaimana sistem yang diberi nama 'War Room' oleh Wali Kota Danny ini.
Gubernur Sumsel Terpukau Canggihnya Sistem Kontrol Pemkot Makassar[M Nur Abdurrahman/detikcom]

"Kota-kota di masa depan di seluruh dunia memang harus seperti ini. Makassar harus kita contoh. Kita belajar di Makassar, kita bikin yang lebih baik," tekad Gubernur Alex.

Sementara menurut Danny, War Room Makassar yang terdiri lebih dari 300 kamera CCTV yang ditempatkan di titik-titik strategis. ruangan tersebut tidak hanya berfungsi dalam memantau keamanan kota.

Lebih dari itu, War Room juga mampu memantau jalannya program strategis pemerintah kota Makassar yang inovatif seperti layanan kesehatan Home Care (Dottoro ta), Tangkasaki (Truk Angkutan Sampah Kita yang berbasis Internet dan GPS), program pengamanan kota berbasis masyrakat; Jaga Kota, dan Call Center 112.

Selain itu, lanjut Danny, lewat War Room, wali kota dan jajarannya dapat memantau langsung proses layanan birokrasi di kantor-kantor dinas, kantor camat dan kantor kelurahan, agar tercipta nilai-nilai good and clean governance.

"Makassar merasa sangat terhormat menerima kunjungan dari rombongan Gubernur Alex Noerdin. Beliau termasuk gubernur legenda di Indonesia yang dinilai berhasil dan berprestasi di daerahnya," ungkap Wali Kota Danny.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang meresmikan command room Polrestabes Makassar yang terintegrasi dengan War Room Pemkot Makassar, pada 12 April lalu, berharap sistem sinergitas polisi dan pemkot Makassar dalam pengawasan keamanan kota harus ditiru oleh seluruh Polres di Indonesia. (mna/bag)

  ♞ detik  

Proyek Strategis Nasional Mencapai Rp 1.198 Triliun

N245 Diusulkan Masuk Proyek Strategis BaruN245 [indonesian-aerospace] ☆

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku telah mengusulkan sebanyak 55 proyek dan satu program baru untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nilai totalnya mencapai Rp 1.198 triliun.

Usulan tersebut artinya menambah daftar PSN yang sebelumnya telah masuk rancangan, yakni 190 proyek existing dan satu program pembangunan infrastruktur listrik 35 ribu Megawatt.

Dengan demikian kini terdapat sebanyak 245 PSN yang nilainya mencapai Rp 4.059 triliun.

Dari total proyek existing, sebanyak 20 proyek senilai Rp 33,5 triliun sudah rampung. Sedangkan 15 proyek senilai Rp 40,5 triliun dikeluarkan dari daftar PSN.

“Nah PSN yang lama itu satu program listrik swasta. Kalau yang program baru ada satu ini pesawat terbang N245, dari PT DI (Dirgantara Indonesia). Ini usulan baru yang kami ajukan,” kata Darmin di kantornya, kemarin.

Dalam daftar usulan proyek baru, terdapat 45 proyek lintas sektor yang nilainya mencapai Rp 942 triliun, mencakup proyek dari berbagai sektor yang memenuhi kelengkapan dokumen dan kriteria PSN.

Selanjutnya, 7 proyek jalan tol dengan nilai Rp 129 triliun. Tujuh proyek jalan tol Trans Sumatera dengan target pengadaan tanah tahun 2018 dan konstruksi 2019. Proyek ini diusulkan untuk memperoleh dukungan LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).

Terakhir, 3 proyek perkeretaapian dengan nilai Rp 104 triliun. Terdapat proyek kereta api usulan baru yang diajukan Kementerian Perhubungan pada 10 Februari 2017.

Selanjutnya, satu program usulan baru yakni program pembuatan pesawat jarak menengah R80 senilai Rp 19,5 triliun, dan pesawat N245 senilai Rp 2,5 triliun.

“Sebagian besar kerja sama, ada juga BUMN. Tapi yang kerja sama swasta paling banyak,” pungkas Darmin.
 

  ☠ CNN  

Pesanan TNI AL Menjadi Alat Promosi

Dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnyaTeknisi memotong plat baja untuk pembuatan Kapal Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/4/2017). Pesanan kapal dengan panjang sekitar 124 Meter dan lebar 21 Meter tersebut untuk memperkuat dan mendukung armada Republik Indonesia. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono) ☆

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memesan kapal perang ke PT PAL Indonesia. Kapal yang dipesan jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh mengatakan pesanan TNI AL itu merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017. Kontrak itu dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pelat pertama kapal atau first steel cutting di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga oleh Laksamana Muda TNI Mulyadi.

"Pasar dalam negeri merupakan salah satu potensi besar dan panjang untuk terus digali, ditambah pasar baru luar negeri," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, dengan pengembangan teknologi kapal terbaik untuk dalam negeri, diharapkan berkembang secara berkelanjutan ke luar negeri. Budiman mengaku, dengan pemenuhan pasar dalam negeri khususnya TNI AL bisa menjadi salah satu alat promosi sekaligus meyakinkan pasar luar negeri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0E7gQTSDh84PGUoKqQ53RCMxkgqbM9tMGA0pfeDMvF3es5B1eZPoCaoIspMXdiFFmBWkh9Hp5vlVEnb0cRRQnD1BcG6Iy0FTBL-4btml_atbQiu1a-UfHWgi0ig6rM2ptNpPqZ2gkpcQi/s1600/BRP_Tarlac_Philippine_Navy.jpgBRP 601 Tarlac pesanan Filipina [Pasific Sentinel]

"Sehingga kami bersama-sama dengan TNI AL bisa meyakinkan pasar luar negeri, salah satunya yang potensi adalah Malaysia dan negara-negara di Afrika," tuturnya.

Sementara untuk kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar. Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta crew sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot.

Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut. Selain itu, juga mampu menampung tiga Helikopter standby, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer).

Kapal juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer. Pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal juga mampu menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan fungsi administrasi pemerintahan yang bergerak.

Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.
 

  ☆ antara  

Dua Kapal Selam dari Korsel Segera Dikirim

Tiga kapal selam TNI AL buatan DSME Korea Selatan [Korps Hiu Kencana] ★
Kekuatan armada Angkatan Laut Indonesia bakal semakin tangguh. Juni mendatang, dua kapal selam jenis Chang-Bogo yang dipesan dari Korea Selatan akan dikirimkan. Kapal yang rencananya diberi nama KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 itu bakal memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang berpusat di Surabaya.

’’Saat ini yang punya fasilitas markas kapal selam baru Koarmatim. Maka, kapal baru itu nanti juga akan bermarkas di sana,’’ jelas Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksda Achmad Taufiqoerrochman.

KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 dibuat oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Seharusnya selesai Maret lalu. Namun, karena beberapa hal, kapal baru dikirimkan Juni. Saat ini dua kapal bertenaga diesel tersebut sudah meninggalkan galangan DSME untuk menjalani serangkaian uji di perairan Korea Selatan.

Sebenarnya, ada tiga kapal selam yang dipesan Indonesia. Satu lagi adalah KRI Alugoro 405. Kapal itu saat ini masih berada dalam perencanaan produksi.

Taufiq menjelaskan, mundurnya pengiriman KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali disebabkan penyelesaian yang harus bersamaan. KRI Nagapasa harus menunggu selesainya konstruksi KRI Ardadedali untuk memulai uji coba. ’’Kalau satu diuji, satunya juga harus menemani,’’ ucapnya.

Ke depan, TNI Angkatan Laut akan menambah markas kapal selam. Dengan demikian, kapal selam tidak hanya bermarkas di Surabaya. Yang paling berpotensi untuk menjadi pangkalan kapal selam adalah Teluk Terate, Lampung. Tanah di lokasi teluk juga sudah merupakan aset milik TNI-AL. ’’Rencananya sudah lama, sejak zaman Presiden Soeharto,’’ ujarnya.

Saat ini Indonesia hanya memiliki dua kapal selam kelas Whiskey buatan Rusia. Yaitu, KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Setelah kedatangan kelas Bogo, dua kapal era Perang Dunia II itu akan tetap dioperasikan.

Sementara itu, Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmatim Kolonel Indra Agus Wijaya mengatakan, markas satuan kapal selam sudah mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk kedatangan tiga kapal selam Bogo. ’’Dermaganya sudah siap untuk tiga kapal. Berdampingan dengan dermaga yang ditempati Cakra dan Nanggala,’’ ujarnya.

Selain itu, saat ini prajurit TNI-AL dari satuan kapal selam sudah melakoni serangkaian pelatihan di beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, dan Norwegia. Kru kapal pertama, KRI Nagapasa, juga sudah berangkat ke Korea Selatan untuk latihan operasional sejak beberapa bulan lalu. ’’Satu kapal nanti diawaki oleh 40 orang,’’ katanya.

  ♞ Pontianak Post