STM-TKMS Offers Three Type 214 Submarines for Indonesian Navy

The first submarine would be built in Turkey and two more in Indonesia Scale model of Type 214TN on TKMS stand at IDEF 2017 [Navy Recognition]

During IDEF 2017, the international defense exhibition held in Istanbul, Turkish company STM signed a LOI (letter of intent) with German Shipbuilding group ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS).

Talking to Navy Recognition, an STM representative explained that the LOI calls for cooperation between the two companies on a potential contract to built three submarines for the Indonesia Navy (TNI AL). The first submarine would be built in Turkey and two more in Indonesia.

The design being offered is based on the future Turkish-configuration Type 214 diesel-electric submarine (SSK) currently being built by Gölcük Naval Shipyard in Kocaeli for the Turkish Navy (six Type 214TN submarines have been ordered).

As part of the agreement, STM would act as prime contractor if Indonesia was to select the Type 214 design. Other companies such as DSME from South Korea and DCNS from France are also proposing their design to Indonesia.

The Type 214 SSK is developed by Howaldtswerke-Deutsche Werft GmbH (HDW). It features diesel propulsion with an air-independent propulsion (AIP) system using Siemens polymer electrolyte membrane (PEM) hydrogen fuel cells. The Type 214 submarine is derived from the Type 212.

Type 214 submarines have a length of 65 m., a beam of 6.3 m, a draught of 6 m. and are capable of diving to a depth of 400 m. Their crew is comprised of 40 sailors. Their weapons include mines, torpedoes and anti-ship missiles which are launched from eight 533 mm. tubes.

  Navy Recognition  

PT DI Kerjasama Dengan TAI

Pengembangan Pesawat dan Drone Pada perhelatan International Defence Industry Fair (IDEF) 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 9-12 Mei 2017 di Istanbul, Turkey, Direktur Utama PTDI, Budi Santoso menandatangani MoU dengan CEO Turkish Aerospace Industries, Inc (TAI), PhD. Temel KOTÌL.

MoU antara TAI dengan PTDI diantaranya :

★ Peningkatan avionik dan sayap untuk pesawat-pesawat CN235.
★ Pengembangan, sertifikasi dan produksi bersama pesawat N245.
★ Global supply chain untuk komponen CN235
★ Pengembangan bersama untuk pesawat tanpa awak kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisr04DJfNhg93QJhVANORL4Yh4ohmwDZIskFmScdE5_TKqdg8vOXyvzCtFFJnE5dCTLVUpxDBq3vW-f2y_WTgUx3pdeiJ6UZmO0P9xyUb74YZbSG4SbDYxCQxzcSL0HYxrnOoL-wicRCE/s1600/armed-turkish-anka.jpg

Drone serang ANKA TAI [Aviation Analysis Wing]
  BUMN  

TNI dan Kementerian PUPR Bangun Jalan Trans Papua

Sepanjang 4.300 Kmhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkjmg_WoP_w77z3Xg1cXC5lOQsxhW-XBHRVcW2Dsdpv2BSyKtyx7IVpHlYOodk270GBfPWDvGO2DxAjzS4hCe_xv9JsAMNOjWxtfIcZJKrZYA5nxjFNzGiOai-B1F8HJ_QXIzAJE2ChS7w/s1600/CY-AIFfUoAAW0c6.jpgTrans Papua

Presiden RI Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena-Mumugu di Bumi Cenderawasih, Provinsi Papua.

Pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.300 kilometer ini direncanakan akan selesai pada tahun 2019.

"Kondisi medan di Papua sangat berat sehingga pembangunan jalan dikerjakan oleh TNI bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Diharapkan pertumbuhan ekonomi di Papua akan meningkat," ujar Jokowi, Rabu (10/5/2017).

Pada saat meninjau, Jokowi mengatakan bahwa pembangunan jalan Trans Papua direncanakan sepanjang 4.300 kilometer, sampai saat ini telah selesai 3.800 kilometer. Diharapkan pembangunan jalan tersebut rampung pada tahun 2019.

Jalan Trans Papua dibagi dalam 7 (tujuh) segmen tahapan pembangunan yaitu, Jayapura-Wamena-Mulia, Jayapura-Sarmi, Jayapura-Hamadi-Holtekamp-Perbatasan Papua Nugini, Merauke-Waropko, Timika-Mapurujaya-Pomako, Nabire-Waghete-Enarotali, dan Serui-Menawi-Subeba.

Jalan berlokasi di Papua Barat adalah ruas Manowari-Sorong, Manokwari-Bintuni, Fakfak-Hurimber-Bomberay, dan Sorong-Mega. Jalan ini diharapkan akan membuka kawasan yang terisolasi, menekan kemahalan harga dan konektivitas antar wilayah di Papua. [ton]

   Inilah  

Filipina Berminat Pesan SSV

Salah Satunya Kapal Rumah Sakit BRP Davao del Sur LD602 Tiba di Filipina [stripes]

Kementerian Pertahanan Filipina berminat memesan kembali kapal ke PT PAL Indonesia, dan rencananya adalah kapal jenis rumah sakit setelah sebelumnya membeli dua kapal "Strategic Sealift Vessel" (SSV) ke perusahaan itu.

General Manager Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro di Manila, Kamis, mengatakan saat ini pihak Filipina masih melakukan beberapa pendataan dan spesifikasi kapal yang dibutuhkan.

Diharapkan, kata Bintoro, dalam waktu dekat akan ada gambaran jelas mengenai spesifikasi kapal yang dibutuhkan, sehingga tim PT PAL Indonesia bisa segera menyesuaikan.

"Kami optimistis mereka akan memesan kembali kapal ke PT PAL Indonesia, karena mereka mengaku puas dengan dua kapal sebelumnya yang dibeli dari kami," kata Bintoro.

Bintoro mengakui, minat Filipina dan beberapa negara lainnya bisa menjadi peluang bisnis PT PAL Indonesia, dan diharapkan dengan kepuasan negara pemesan akan menambah kepercayaan bagi galangan nasional lainnya.

"Selain kapal rumah sakit, mereka mengaku juga butuh lagi tiga lagi kapal jenis SSV, karena spesifikasinya sesuai dengan wilayah Filipina," katanya.

Sebelumnya, Filipina memesan dua kapal SSV ke PT PAL Indonesia yang diberi nama BRP Tarlac dan BRP Davao Del Sur dengan nilai pemesanan keduanya mencapai sekitar Rp 1,1 triliun.

Pembelian kedua kapal SSV itu diawali setelah PT PAL Indonesia memenangi tender dan lelang internasional yang diadakan negara setempat pada tahun 2014, dengan mengalahkan delapan negara salah satunya Korea Selatan, yang dikenal sebagai salah satu negara produsen kapal hingga jet untuk perang.

Ekspor kapal perang pertama Indonesia dilepas Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 8 mei 2016, dan ekspor kedua dilepas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada 4 Mei 2017.

  ★ Antara  

Prototipe Medium Tank FNSS - Pindad

@ IDEF 2017Medium tank FNSS - Pindad [donanimhaber] ★

S
etelah ditunggu tunggu sejak Indo Defence November 2016 di Jakarta, prototype tank Medium FNSS-Pindad akhirnya muncul juga di pemeran IDEF 2017, Istanbul Turki. Bahkan pada tank medium ini telah terpasang gambar bendera Turki – Indonesia.

Tank Medium KAPLAN membawa sebuah nafas baru ke medan perang dengan kemampuan tembakan langsung yang akurat, berbagai pilihan amunisi mulai dari dukungan tembakan (close fire support) hingga amunisi anti-tank. Tank ini juga memiliki mobilitas taktis dan strategi yang superior.

Tank Medium KAPLAN didukung oleh power pack di bagian belakang kendaraan, yang memberikan rasio power-to-weight sekitar 20 HP / ton. Mesin memindahkan tenaga ini ke sistem penggerak, yang memiliki sistem suspensi anti-shock enam roda dengan tuas ganda yang dipasang pada torsi. Daya tembak tank disediakan oleh CMI Cockerill 3105 turret, terintegrasi dengan senapan tekanan tinggi 105mm Cockerill dan autoloader tingkat lanjut. Berkat turret ini, tank medium KAPLAN memiliki kekuatan senjata yang tinggi meski bobotnya relatif rendah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcAlOENtBj0jGs8aPKPsaVzGh5sv7bCnmfsnZmZEfR6cK32qE8FKt0DI5QB-n6wVcM8juxOjKxe6rqcW3U_ZTw9PVhWS1g5T7Qt6n4TmbV93mUh6HS8QlaIuuztfK7zZiBerjFq4gmTXsS/s1600/440824_20170509055812.jpgPrototype tank medium KAPLAN, FNSS-Pindad [Or12000]

FNSS menyebut tank ini KAPLAN Medium Tank yang dipamerkan kepada pengunjung di IDEF 2017 dengan prototipe siap uji.

Bagian dalam kendaraan direkayasa dengan hati-hati dengan mempertimbangkan ergonomi awak kapal dan kondisi taktis dan medan perang yang berbeda, termasuk pengemudi, penembak dan amunisi bongkar muat. Tipe khusus kursi pengemudi memungkinkan operator memiliki bidang pandang yang memadai, dan untuk mengakses semua peralatan kabin. Tank Medium KAPLAN juga dilengkapi dengan sistem manajemen medan perang dan sistem peringatan laser yang memberikan kesadaran taktis kepada komandan kendaraan.

Tank Medium KAPLAN adalah kendaraan yang sangat spesial. Pada tahap selanjutnya, saat kami akan menunjukkan kinerja kendaraan di lapangan, keefektifan desain ini akan ditunjukkan dengan lebih jelas”, ujar K. Nail Kurt, General Manager dan CEO FNSS.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLoEaxCX8kCkQkskZaPb5jPFD8FM2doyXpgmdEzdzxbPBkc83No2uu7z8xqB_e2JSbQ6Z6tvKrrGz_6ea-8IL3fjj_0zrcTWq8n6A2bbYlw5BQjX3l8VLbBQb83t5rpcStigyiLI2SpVeV/s1600/MMWT+interior2.jpgInterior Prototype tank medium KAPLAN, FNSS-Pindad [Dhanny Sumardhani]

K. Nail Kurt, melanjutkan :” Kami sangat senang bisa mengembangkan kendaraan ini bersama dengan mitra kami di Indonesia. FNSS telah berhasil menerapkan model kerjasama yang berbeda selama bertahun-tahun. Di Malaysia, kami sedang melakukan proyek AV8 dengan mitra bisnis kami DEFTECH. Di Arab Saudi, kami mengoperasikan pabrik milik negara melalui perusahaan patungan kami, FNSS ME. Di Indonesia, kita menerapkan model yang berbeda dimana kita bersama-sama mengembangkan produk. Dengan teknologinya dan pengalamannya, FNSS siap untuk bekerja sama dengan negara-negara yang bersahabat dan bersekutu dengan model kerjasama yang berbeda”.

Belum diketahui jelas apakah tank medium Pindad akan sama persis dengan tampilan medium tank Kaplan yang dimunculkan FNSS di IDEF Turki, atau Pindad akan mengeluarkan prototype dengan varian yang berbeda. [Monch]

  Jakarta Greater  

[Video] MMWT

Modern Medium Weight Tank


Video dari Youtube persembahan FNSS Savunma Sistemleri

Dalam pameran IDEF 2017, MMWT kerjasama FNSS bersama Pindad dinamakan Kaplan MT [karar]
  Garuda Militer  

PAL Proses SSV Pesanan Filipina

Sebanyak 2 unit tambahanhttp://i8.photobucket.com/albums/a5/flipzi/defense/13245253_236951513335414_5011456742895856880_n_zpsypgohrjg.jpgBRP 601 Tarlac [defense arab] ★

I
ndonesia melalui BUMN, yaitu PT PAL Indonesia (Persero) telah mengirim kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) kedua ke angkatan militer Filipina. Kapal itu dinamakan BRP Davao Del Sur LD 602.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan,‎ Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, pesanan kapal dari Filipina tidak berhenti di situ. Harry mengaku Indonesia masih memproses pembuatan kapal pesanan Filipina ke 3 dan ke 4 dengan tipe yang berbeda.

Sudah ada pembicaraan dengan Filipina, rencana ada SSV 3 dan SSV 4,” tegas Harry saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Selasa (9/5/2017).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsjKWv-0bSeBW7rN6JAP9QTcyH_1zYbWMqKtOghiX0B3d4QPlw2_tEM7YICT-5J9QgC8ZugCZge0SURBLJmL4wRf7ONtJaqLxQWhEg6d8Akt0H5CNIdbZ7aM7YUfSR-uQSDh2hfTpvEXMK/s1600/brp-davao-del-sur+update.ph.jpgBRP 602 Davao Del Sur [update.ph]

‎Dijelaskannya, meski dua kapal yang dipesan itu memiliki tipe yang sama, namun Militer Filipina menginginkan memiliki fungsi khusus. Satu sebagai kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit, dan satu sebagai markas pasukan.

Dalam kapal rumah sakit ini, nantinya dijadikan cover kesehatan bagi para pasukannya yang tengah melakukan operasi di daerah-daerah pertempuran.‎ Di dalamnya akan ada laboratorium hingga ruang perawatan.

Sementara untuk kapal markas pasukan, nantinya akan digunakan militer Filipina dalam memberantas perompak-perompak di perairannya.

‎Nanti juga dilengkapi dengan senjata. ‎Filipina ini negara kepulauan seperti Indonesia, sehingga pemberontak-pemberontak akan dimasukkan ke kapal, sehingga tidak perlu turun ke darat. Nah SSV ini cocok,” papar Harry.

  Liputan 6